14 Cabor POBSI Kabupaten Tolak Bertanding di Porprov Sulsel 2026, Status Atlet Biliar Makassar Jadi Sorotan

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, BONE – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo diwarnai polemik. Sebanyak 14 Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) kabupaten menyatakan menolak mengikuti pertandingan cabang olahraga (cabor) biliar.

Penolakan tersebut dipicu keberatan atas keikutsertaan seorang atlet biliar asal Kota Makassar bernama Jaydent yang kembali terdaftar sebagai peserta Porprov XVIII Sulsel 2026 di Kabupaten Bone.

Persoalan ini mencuat setelah diketahui bahwa Jaydent sebelumnya pernah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dengan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah, meskipun diketahui merupakan warga Kota Makassar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pengurus POBSI kabupaten mengenai status, legalitas, serta kelayakan atlet tersebut untuk kembali memperkuat Kota Makassar dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Ketua III POBSI Kabupaten Soppeng, Nono, menjadi salah satu pihak yang menyampaikan keberatan atas keikutsertaan Jaydent. Sikap tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah pengurus POBSI kabupaten lainnya.

Bahkan, sebanyak 14 POBSI kabupaten secara bersama-sama menyatakan tidak akan mengikuti pertandingan biliar sebagai bentuk protes terhadap persoalan tersebut.

Pernyataan penolakan itu dituangkan dalam dokumen tertulis yang ditandatangani oleh perwakilan masing-masing POBSI kabupaten. Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan mereka dalam meminta kejelasan terkait status atlet yang dipersoalkan.

Diketahui, Jaydent tercatat akan mengikuti empat nomor pertandingan dalam Porprov XVIII Sulsel 2026, yakni bola 8, bola 9, bola 8 ganda, dan bola 9 ganda.

Sementara itu, hingga polemik tersebut mencuat, POBSI Provinsi Sulawesi Selatan disebut belum mengeluarkan keputusan terkait status keikutsertaan Jaydent.

Belum adanya keputusan tersebut membuat pelaksanaan pertandingan biliar berada dalam ketidakpastian. Terlebih, 14 POBSI kabupaten telah menyatakan sikap menolak turun bertanding.

Para pengurus POBSI kabupaten berharap POBSI Provinsi Sulawesi Selatan segera mengambil langkah tegas dan memberikan penjelasan secara terbuka agar polemik tersebut tidak berlarut-larut.

Mereka juga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara objektif sesuai regulasi yang berlaku, sehingga tidak merugikan atlet-atlet lain yang telah menjalani persiapan untuk berlaga pada Porprov XVIII Sulsel 2026. (Kaisar)

You may also like