Gerak Cepat Lawan Flu Burung, Pemkab Sinjai Kerahkan 127 Petugas dan 150 Ribu Vaksin ke 8 Kecamatan

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Ancaman virus flu burung (Avian Influenza/AI) tengah membayangi Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Tak ingin membiarkan sektor peternakan lumpuh dan masyarakat resah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai langsung tancap gas mengambil langkah sergap!

Sebanyak 127 petugas lapangan diturunkan secara serentak di delapan kecamatan. Pasukan ini dikerahkan untuk melakukan jurus tiga serangkai, penyuntikan vaksin, penyemprotan disinfektan, hingga pembagian vitamin demi mendongkrak imun unggas milik warga.

Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Hingga Senin (12/10/2026), tercatat sebanyak 4.940 ekor ayam tewas akibat terpapar virus ini, tersebar di 23 desa yang ada di tujuh kecamatan.

Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam, menegaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan menggunakan strategi pemetaan zona (merah, kuning, dan hijau) agar aksi penanganan lebih tepat sasaran.

“Hanya daerah zona hijau yang kita prioritaskan vaksinasi sebagai upaya pencegahan karena belum terkontaminasi virus flu burung,” ujar Syamsul Alam saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

Pemerintah Kabupaten Sinjai menerapkan penanganan yang berbeda di tiap zona untuk memutus rantai penularan.

Zona Merah (Tertular): Diterapkan biosecurity super ketat, mulai dari isolasi dan karantina ternak yang sakit, dekontaminasi, hingga edukasi masif kepada peternak.

Zona Kuning (Rawan): Penguatan biosecurity serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk menahan laju penyebaran.

Sementara, Zona Hijau (Bebas): Fokus utama pada pemberian vaksinasi, pengawasan perbatasan, serta proteksi ketat di titik rawan seperti pasar hewan, peternakan komersial, hingga area sungai.

Guna memperkuat ‘benteng pertahanan’ peternak lokal, Pemkab Sinjai mendapatkan sokongan amunisi besar-besaran. Sebanyak 150.000 dosis vaksin, cairan disinfektan, hingga Alat Pelindung Diri (APD) disalurkan langsung oleh Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, bekerja sama dengan BBVet Maros Pemprov Sulsel.

Melalui sinergi dan respon cepat ini, Pemkab Sinjai berharap potensi kerugian ekonomi peternak dapat ditekan sekecil mungkin, sekaligus memastikan kesehatan masyarakat tetap aman dari ancaman penularan zoonosis. (Adv)

You may also like