Ratusan Wali Murid Kecewa, Klarifikasi Kasus Bocah Tewas di SDN 1 Kebondalem Pemalang Mendadak Batal

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM, Pemalang – Ratusan wali murid mendatangi SD Negeri 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Senin (5/10/2026) pagi. Mereka datang untuk mengikuti agenda klarifikasi pihak sekolah terkait meninggalnya siswa kelas 2 yang diduga menjadi korban bullying kakak kelas.

Namun, kedatangan para orang tua tersebut justru berujung kekecewaan. Agenda klarifikasi yang sebelumnya telah diinformasikan kepada wali murid mendadak dibatalkan pihak sekolah.

Padahal, para wali murid sudah telanjur datang dan berkumpul di lingkungan sekolah sejak pagi.

Pembatalan itu tertuang dalam surat resmi SDN 1 Kebondalem bernomor 400.3.5/602/2026.

Surat tertanggal 4 Oktober 2026 tersebut menyebutkan agenda klarifikasi yang sedianya digelar Senin (5/10) pukul 08.00 WIB dibatalkan.

Surat itu ditujukan kepada Kapolsek Pemalang. Dalam surat dijelaskan, pembatalan dilakukan karena kepala sekolah memiliki agenda yang harus dihadiri di Polres Pemalang.

“Kegiatan tersebut dibatalkan dan akan dijadwalkan kembali pada waktu yang akan ditentukan kemudian,” demikian isi surat tersebut.

Informasi mengenai pembatalan itu disebut baru diterima sebagian wali murid pada malam hari. Bahkan, menurut keterangan salah seorang wali murid, pemberitahuan tersebut diterima hingga sekitar tengah malam. Kondisi itu membuat sejumlah orang tua mempertanyakan alasan pembatalan agenda yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Salah seorang wali murid, Ibrahim, mengaku kecewa. Menurutnya, para orang tua datang karena ingin mendapatkan penjelasan secara langsung terkait persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

“Kami kecewa. Kami minta kasus ini segera diusut tuntas agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” kata Ibrahim kepada wartawan.

Ia berharap agenda klarifikasi segera dijadwalkan kembali. Menurutnya, penjelasan terbuka diperlukan agar berbagai informasi yang berkembang di masyarakat tidak semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan orang tua.

Sementara itu, Untung Begjdo selaku guru senior atau perwakilan pihak sekolah menjelaskan bahwa agenda tersebut sebenarnya ditujukan kepada perwakilan orang tua murid, bukan seluruh wali murid.

“Ya, untuk perwakilan orang tua. Karena ibu kepala sekolah ada kegiatan,” ujar Untung saat dikonfirmasi.

Ketika ditanya apakah agenda tersebut merupakan forum formal antara pihak sekolah dan orang tua murid, Untung membenarkannya.

“Ya, ini adalah orang tua perwakilan. Hari ini belum bisa dilaksanakan karena ibu ada kegiatan,” katanya.

Pihak sekolah juga menyinggung banyaknya informasi yang beredar di masyarakat setelah meninggalnya siswa kelas 2 tersebut. Menurut pihak sekolah, tidak seluruh informasi yang beredar sesuai dengan hasil konfirmasi.

“Berita-berita yang beredar ada yang tidak benar. Itu sudah hasil konfirmasi,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kabar yang beredar terkait kondisi maupun keberadaan anak-anak yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut, pihak sekolah kembali menegaskan bahwa informasi yang tidak sesuai fakta merupakan berita tidak benar.

“Berita hoaks,” katanya.

Pembatalan mendadak itu kini menyisakan tanda tanya bagi para wali murid. Mereka telah datang ke sekolah dengan harapan memperoleh penjelasan, tetapi agenda tersebut justru tidak terlaksana.

Di tengah kasus meninggalnya seorang siswa yang menjadi perhatian publik, para orang tua masih menunggu kepastian kapan pihak sekolah akan membuka forum klarifikasi tersebut.

(Daeng)

You may also like