BERITABERSATU.COM, Pemalang – Kasus meninggalnya siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, setelah diduga mengalami bullying memasuki babak baru. Desakan orang tua siswa dan masyarakat agar kasus tersebut diusut tuntas akhirnya mendapat respons langsung dari Pemerintah Daerah.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir praktik bullying di lingkungan pendidikan. Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menerima audiensi perwakilan wali murid yang sebelumnya kecewa karena agenda klarifikasi pihak sekolah mendadak dibatalkan, Senin (5/10/2026).
Tak hanya soal pengusutan kasus, Nurkholes juga menyebut akan melakukan evaluasi terhadap pihak sekolah. Bahkan, ia membuka kemungkinan kepala sekolah dipindahkan dari SDN 1 Kebondalem apabila hasil evaluasi mengarah pada tindakan administratif.
“Kita akan ambil tindakan tegas. Kalau bisa, kita pindah, tidak boleh ada di sekolah ini lagi. Kalau mungkin administratif, tentu akan dilakukan. Pasti ada hukuman disiplin,” tegas Nurkholes.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen membuka kasus tersebut secara terang-benderang. Ia juga menyebut sejumlah pihak dari sekolah telah dimintai keterangan oleh Polres Pemalang.
“Kasus ini akan diusut tuntas. Pemerintah berkomitmen bahwa kita tidak mentolerir bullying dan kita akan mengusut ini secara tuntas dan terang-benderang,” tegasnya.
Nurkholes menambahkan, proses hukum terkait dugaan bullying diserahkan kepada kepolisian. Sementara pemerintah daerah akan melakukan evaluasi secara internal terhadap tata kelola dan penanganan kasus di sekolah.
“Kalau dalam kaitan hukum, kita serahkan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan. Kita harapkan semuanya terang-benderang. Secara internal nanti kita lakukan upaya-upaya untuk mengevaluasi persoalan ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan Pemkab Pemalang tengah menyiapkan satuan tugas (satgas) penanganan bullying. Selain itu, juga menyiapkan kanal pengaduan agar masyarakat bisa melaporkan jika menemukan adanya tindakan bullying di sekolah maupun lingkungan lainnya.
“Kami tengah menyiapkan satgas penanganan bullying sekaligus kanal pengaduan, sehingga masyarakat bisa melaporkan setiap dugaan bullying yang terjadi di sekolah maupun lingkungan lainnya,” kata Nurkholes.
Nurkholes mengakui, dalam audiensi bersama perwakilan wali murid, muncul pula informasi mengenai dugaan bullying di lokasi lain. Bahkan disebut terdapat kasus yang diklaim terjadi bertahun-tahun lalu.
“Tadi dalam audiensi juga ada yang menyampaikan ada bullying di tempat lain. Jadi banyak. Masih ada beberapa dan ternyata ada bullying yang terjadi 16 tahun yang lalu juga tadi ada. Ini fenomena yang harus kita sikapi agar ke depan lebih baik untuk kita atasi,” jelasnya.
Terkait dugaan adanya pihak tertentu yang mendapat perlakuan khusus dalam kasus tersebut, Nurkholes menegaskan proses harus berjalan sesuai aturan.
Ia juga menyatakan evaluasi terhadap kepala sekolah dan guru akan dilakukan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi disiplin.
“Kepala sekolah dan guru-guru di sini ada beberapa yang dimintai keterangan di Polres. Saat ini sudah dilakukan penyelidikan. Segera mungkin kita lakukan evaluasi. Tentunya kita akan ambil tindakan tegas,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai adanya temuan dari pihak sekolah terkait kasus tersebut, Nurkholes menyatakan pemerintah masih melakukan pendalaman.
“Masih kita dalami. Pemerintah akan melakukan pendalaman untuk memastikan fakta yang sebenarnya terkait kasus ini,” tandasnya.
(Daeng)