Achmad Fauzan Guntur Nahkodai HKTI Sinjai, Siap Gaspol Bikin Petani Naik Kelas

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, MAKASSAR — Petani Kabupaten Sinjai punya “rumah baru” untuk memperjuangkan nasib mereka. Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Achmad Fauzan Guntur, resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sinjai periode kepengurusan baru di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, berbarengan dengan pengurus HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Turut hadir menyaksikan momen strategis ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai, H. Kamaruddin.

Usai dikukuhkan, Achmad Fauzan Guntur menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar panggung politik atau formalitas organisasi, melainkan komitmen nyata untuk turun langsung mendengar jeritan dan kebutuhan petani di lapangan.

“Alhamdulillah, hari ini saya menerima amanah sebagai Ketua HKTI Kabupaten Sinjai. Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan petani dan kemajuan sektor pertanian di daerah,” ujar Fauzan.

Ia berkomitmen menjadikan HKTI Sinjai sebagai hub atau rumah bersama yang inklusif bagi seluruh kelompok tani. Fokus utamanya adalah mendorong sektor pertanian Sinjai agar lebih maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

Untuk mewujudkannya, Fauzan menekankan pentingnya ekosistem kolaborasi. HKTI Sinjai siap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, penyuluh, pelaku usaha, hingga para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

“Kita ingin menjadikan HKTI sebagai rumah bersama bagi petani dan wadah untuk memperjuangkan masa depan pertanian yang lebih baik. Ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen DPN HKTI, Abdul Kadir Karding, berpesan agar keberadaan pengurus baru benar-benar memberikan dampak konkret yang dirasakan langsung di tingkat tapak.

“HKTI harus menjadi lembaga kemitraan bagi petani dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian mereka,” kata Abdul Kadir.

Ia membeberkan dua poin kunci yang harus digarap pengurus baru, yakni Penguatan pendampingan Kelompok tani harus dikawal dari hulu ke hilir agar memiliki posisi tawar yang kuat, serta Petani Sinjai harus mulai diperkenalkan dengan digitalisasi dan teknologi modern agar tak tertinggal oleh zaman dan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.

Dengan hadirnya kepemimpinan baru di tubuh DPC HKTI Sinjai, para petani lokal kini memiliki jembatan kuat untuk mengakses berbagai dukungan, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun sektor swasta demi mewujudkan pertanian yang lebih modern dan sejahtera. (*#)

You may also like