Juara I Malah Tak Berangkat Popda Jateng, Aris Ismail: Jangan Matikan Mimpi Atlet Pemalang!

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM,Pemalang – Polemik tidak berangkatnya atlet tenis meja tingkat SMP asal Kabupaten Pemalang ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah mulai mencuat. Atlet yang disebut meraih Juara I tingkat Kabupaten Pemalang itu justru dikabarkan tidak diberangkatkan ke tingkat provinsi.

Kondisi tersebut disayangkan Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Golkar, Aris Ismail. Ia meminta pihak terkait segera memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut tidak menjadi tanda tanya.

“Kalau benar atlet yang sudah meraih Juara I tidak diberangkatkan ke tingkat provinsi, ini tentu persoalan serius yang harus diklarifikasi,” kata Aris dalam keterangan persnya, Rabu (2/9/2026).

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang itu bahwa prestasi dan kerja keras atlet pelajar harus dihargai dengan memberikan kesempatan untuk bertanding di level lebih tinggi.

“Jangan sampai anak yang sudah berprestasi kehilangan kesempatan hanya karena persoalan komunikasi atau koordinasi yang sebenarnya bisa diselesaikan,” tegasnya.

Sorotan semakin menguat setelah keluarga atlet disebut baru mengetahui persoalan tersebut saat technical meeting berlangsung. Bahkan, keluarga dikabarkan telah datang ke lokasi namun belum mendapat penjelasan yang jelas terkait alasan atlet tidak diberangkatkan.

Aris menilai aturan dan persyaratan kompetisi memang harus dipatuhi. Namun, setiap keputusan yang menyangkut atlet harus disampaikan secara terbuka dan jelas kepada keluarga.

“Kalau ada persyaratan yang tidak terpenuhi, sampaikan secara terbuka. Kalau ada persoalan administrasi, jelaskan. Jangan sampai keluarga baru mengetahui ketika semuanya sudah berjalan,” ujarnya.

Ia pun meminta dinas terkait, penyelenggara, pembina atau pelatih serta pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pemberangkatan atlet segera memberikan penjelasan secara transparan.

“Yang kita persoalkan bukan sekadar berangkat atau tidak berangkat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana hak dan kesempatan anak yang sudah berprestasi itu diperlakukan,” kata Aris.

Menurutnya, atlet pelajar tidak hanya membawa nama sekolah maupun klub. Ketika berlaga di tingkat provinsi, mereka juga membawa nama Kabupaten Pemalang.

“Prestasi anak-anak Pemalang harus kita jaga. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah atau klub, tetapi juga membawa nama Kabupaten Pemalang,” tegasnya.

Aris berharap polemik tersebut tidak berujung pada saling menyalahkan. Ia meminta seluruh pihak duduk bersama untuk mengurai persoalan secara objektif.

“Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana solusinya. Jangan berhenti pada saling menyalahkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sebab, menurutnya, persoalan komunikasi dan koordinasi jangan sampai membuat anak-anak yang telah berprestasi justru kehilangan kesempatan untuk berkembang.

“Jangan sampai anak-anak kita kehilangan semangat untuk berprestasi hanya karena persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi dan koordinasi yang baik,” ujarnya.

Aris berpesan agar kepentingan atlet pelajar menjadi perhatian utama.

“Anak-anak yang berprestasi harus diberi ruang untuk bertanding dan berkembang. Jangan sampai kerja keras mereka selama ini terhenti karena persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi dan koordinasi yang baik,” tandasnya.(*)

You may also like