Musancab PPP Kota Blitar, Kader Diminta Aktif di Masyarakat dan Media Sosial

by Fauzan
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar mulai memanaskan mesin organisasi menghadapi Pemilu 2029. Salah satu strategi yang disiapkan bukan hanya konsolidasi struktur partai, tetapi juga mendorong seluruh kader agar lebih aktif hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Ketua DPC PPP Kota Blitar, H.M. Nuhan Eko Wahyudi, S.H., usai partainya menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) X yang digelar di Kantor DPC PPP Kota Blitar, Minggu (26/7/2026) malam.

Menurut Nuhan, keberhasilan partai pada pemilu mendatang tidak cukup hanya mengandalkan kampanye politik menjelang pesta demokrasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui aksi nyata para kader.

“Yang paling penting sekarang bagaimana kita memberikan manfaat kepada masyarakat. Kader PPP harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, baik saat ada warga meninggal, sakit, membutuhkan transportasi maupun kebutuhan sosial lainnya,” ujarnya.

Ia menilai, kehadiran kader di tengah masyarakat akan menjadi modal sosial yang kuat. Dengan begitu, masyarakat akan mengenal dan merasakan langsung keberadaan PPP sebelum momentum pemilu tiba.

“Kalau kita hadir untuk masyarakat, keberadaan kita akan diakui. Ketika nanti kita membutuhkan dukungan dan suara masyarakat, mereka juga akan peduli kepada kita,” imbuh pria yang juga anggota DPRD Kota Blitar itu.

Selain memperkuat kerja-kerja sosial, PPP Kota Blitar juga menyiapkan strategi menghadapi era digital. Nuhan meminta seluruh kader mulai aktif membangun citra positif melalui media sosial.

Setiap kader didorong memiliki akun media sosial dan rutin mengunggah kegiatan-kegiatan positif, khususnya aktivitas yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Peran media sosial sekarang sangat penting. Saya minta kader membuat akun dan mengunggah kegiatan-kegiatan positif. Tetapi yang lebih utama adalah personal branding, bagaimana kader benar-benar dikenal karena hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Musancab X sendiri digelar secara bersamaan untuk tiga Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni PAC Sukorejo, PAC Kepanjenkidul, dan PAC Sananwetan. Langkah tersebut ditempuh karena Kota Blitar hanya memiliki tiga kecamatan.

Dalam forum tersebut, peserta memilih tim formatur yang terdiri dari unsur DPW, DPC, PAC, serta ranting. Tim inilah yang nantinya menyusun kepengurusan PAC di masing-masing kecamatan.

“Kita mendapat SK untuk menyelenggarakan Musancab. Karena Kota Blitar hanya memiliki tiga kecamatan, pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan dengan menghadirkan seluruh PAC dan ranting. Forum ini memilih formatur yang nanti menyusun struktur kepengurusan PAC,” jelas Nuhan.

Tak hanya fokus pada restrukturisasi organisasi, PPP Kota Blitar juga mulai membuka ruang lebih besar bagi generasi muda. Saat ini, sekitar 30 persen pengurus DPC telah diisi oleh kalangan Generasi Z.

Komposisi tersebut diharapkan dapat membawa ide-ide baru sekaligus menjadi motor penggerak partai dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Kita sudah merekrut sekitar 30 persen Gen Z dalam kepengurusan. Harapannya, pemikiran mereka bisa ikut membesarkan Partai Persatuan Pembangunan dan menjadi lokomotif kemenangan PPP pada Pemilu 2029,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Achmad Jauhari, S.H., M.H., selaku Koordinator Musancab PPP Dapil VII Jawa Timur, bersama jajaran pengurus DPC, PAC, dan ranting se-Kota Blitar. Kehadiran perwakilan DPW PPP Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari pendampingan dan penguatan konsolidasi organisasi di tingkat daerah.(zan)

You may also like