BREBES,BB – Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah (Jateng) memastikan stok beras sebanyak 372.362 ton setara beras hingga akhir April 2026. Bahkan, pasokan di Jawah Tengah disebut masih aman hingga akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Pemimpin Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, saat mendampingi kunjungan Legislator Fraksi Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hekal, serta Wakil Bupati Brebes, Wurja, di Gudang Bulog Cimohong, Brebes, Sabtu (2/5/26).
Sri Muniati menegaskan stok yang ada saat ini aman hingga akhir 2026 dan cukup untuk kebutuhan bantuan pangan maupun penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dapat diakses masyarakat luas.
“Kami masih melakukan serapan gabah beras. Target yang sudah kami realisasikan sampai 1 Mei 2026 mencapai 200 ribu ton dari total 374 ribu ton target setahun. Lebih kurang 52 persen dari target satu tahun sudah dapat kami capai sampai akhir April 2026,” jelasnya.
Ia menyebut kapasitas gudang induk Bulog tidak mencukupi untuk menampung target tersebut. Karena itu Bulog menggandeng pihak swasta dan BUMN untuk menyediakan gudang mitra.
“Alhamdulillah sampai saat ini masih cukup memadai. Penawaran kerja sama gudang masih kami terima, mudah-mudahan bisa digunakan untuk mengoptimalkan serapan,” kata Sri.
Penyaluran bantuan pangan juga sedang berjalan dan sudah mencapai 30 persen. Bulog menargetkan seluruh penyaluran selesai pada akhir Mei 2026.
Muhammad Hekal mengatakan kunjungan ini merupakan penugasan Fraksi Gerindra untuk meninjau langsung fasilitas gudang Bulog di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil. Tujuannya memastikan ketersediaan pangan dan program swasembada pangan tetap aman, terkendali, dan stabil.
“Alhamdulillah hari ini kita mendapat kabar gembira dari Pinwil Bulog Jateng bersama Wakil Bupati Brebes dan Pinca Bulog Tegal. Stok sangat cukup, bahkan kita lihat gudangnya penuh,” ucap Hekal.
Ia juga menyoroti ketergantungan pada plastik kemasan impor yang perlu menjadi perhatian dalam rangka swasembada pangan. Menurutnya, aspek pengemasan dan logistik lain harus dipikirkan sebagai investasi ke depan, termasuk melalui Danantara atau skema lain.
“Secara keseluruhan kegiatan Bulog cukup bagus. Di Brebes dan Tegal menjadi sumber beras, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan ada kelangkaan. Kalaupun konflik di luar negeri terus berlanjut, insya Allah kita pikirkan agar distribusi tetap lancar, harga tetap terjangkau, dan pemerintah tetap siap melayani kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(*)