BERITABERSATU.COM, SINJAI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mengambil langkah proaktif untuk memastikan wilayahnya tetap aman dari ancaman penyakit menular. Melalui pelatihan intensif yang digelar pada 23–24 April 2026, para “pendekar” kesehatan di garda terdepan dibekali kemampuan khusus untuk menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Sinjai, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Dinkes Sinjai menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, UNICEF, dan Yayasan LKMNbuntuk membawa standar penanganan kelas dunia ke tingkat lokal.
Salah satu sorotan utama dalam pelatihan ini adalah penanganan anak-anak *zero dose*—sebutan bagi mereka yang sama sekali belum tersentuh imunisasi dasar.
“Kondisi ini masih menjadi tantangan besar. Adanya anak zero dose menunjukkan masih ada kelompok masyarakat yang belum terjangkau layanan kesehatan kita,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai, Farina Irfani.
Farina menegaskan bahwa petugas tidak boleh sekadar menunggu di Puskesmas. Kemampuan deteksi dini dan respon cepat adalah harga mati agar potensi kasus tidak meledak menjadi wabah yang merugikan masyarakat.
Pelatihan yang diikuti oleh koordinator imunisasi, petugas surveilans, dan perwakilan Dinkes ini dirancang dengan metode praktis, meliputi Deteksi Kilat, Imunisasi Kejar, dan Studi Kasus Nyata.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kabupaten Sinjai menargetkan peningkatan cakupan imunisasi secara signifikan. Dengan petugas yang lebih sigap dan terampil, diharapkan tidak ada lagi celah bagi penyakit seperti campak, polio, atau difteri untuk masuk dan berkembang.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam melindungi masa depan generasi muda melalui sistem kesehatan yang tangguh dan responsif. (Ads)