Refleksi Kartini Ala Kepala Dinkes Blitar Christine Indrawati: Perempuan Hebat dalam Setiap Peran

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Peringatan Hari Kartini tak sekadar seremoni bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes. Di balik rutinitasnya sebagai pejabat publik dan tenaga kesehatan, momentum 21 April justru ia maknai sebagai ruang refleksi mendalam tentang peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di sektor kesehatan.

Christine melihat Hari Kartini sebagai pengingat untuk terus mengukur kontribusi diri. Bukan hanya sebagai perempuan dalam lingkup keluarga, tetapi juga sebagai profesional yang mengemban tanggung jawab besar terhadap masyarakat.

“Setiap tahun, Hari Kartini menjadi momen introspeksi. Saya sebagai perempuan Indonesia bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah saya lakukan, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk masyarakat Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjuangan Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kebebasan berpikir menjadi fondasi penting bagi perempuan masa kini. Tanpa perjuangan tersebut, perempuan mungkin belum memiliki ruang seluas sekarang untuk berkarya dan berkontribusi.

“Kalau Ibu Kartini dulu tidak memperjuangkan emansipasi, belum tentu perempuan Indonesia bisa seperti sekarang, punya kesempatan untuk menyuarakan pemikiran dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai pimpinan di sektor kesehatan, Christine juga merasakan langsung dampak dari kebijakan yang semakin inklusif terhadap perempuan. Ia mengapresiasi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang dinilainya memberikan ruang luas bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis, termasuk sebagai kepala perangkat daerah.

Baginya, kepercayaan tersebut bukan sekadar simbol kesetaraan, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata bagi masyarakat.

“Hari ini perempuan punya suara dan kesempatan. Itu harus dimanfaatkan untuk berkontribusi nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Christine menganggap semangat Kartini tidak berhenti pada peringatan tahunan. Ia menjelma dalam kerja-kerja konkret: memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, memperkuat program kesehatan masyarakat, serta mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan di lingkungannya.

Christine menegaskan bahwa perempuan masa kini memiliki ruang dan kesempatan yang semakin luas untuk berkontribusi, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan dan negara melalui berbagai bidang. Menurutnya, peran perempuan tidak lagi terbatas, melainkan mampu hadir sebagai penggerak di sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pemerintahan.

Ia pun meyakini bahwa setiap perempuan memiliki kekuatan dan kehebatan dalam bidang serta perannya masing-masing, sehingga apa pun yang dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan tetap menjadi bagian penting dalam kemajuan masyarakat.

Hari Kartini pun, bagi Christine, bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang melanjutkan perjuangan—dengan cara yang relevan di masa kini: bekerja, melayani, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Zan)

You may also like