Perkuat Pendidikan di Wilayah 3T, Direktur Polije dan Bupati Sabu Raijua “Geruduk” Bappenas

by Ardin
0 comments

BERITABERSATI.COM, JAKARTA – Upaya mengikis kesenjangan kualitas pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus dipacu. Langkah nyata ditunjukkan oleh Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije), Saiful Anwar, yang turun langsung mendampingi Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menyambangi Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kunjungan kerja ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan misi strategis untuk menjemput bola terkait dukungan pendanaan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Saiful Anwar menegaskan bahwa kehadiran Polije adalah untuk memberikan “bobot” teknis dan akademis terhadap usulan yang diajukan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar suara dari daerah lebih didengar di tingkat pusat.

“Kami hadir mendampingi Bupati Sabu Raijua untuk berkoordinasi langsung dengan Bappenas terkait peluang pembiayaan fasilitas pendidikan. Kolaborasi ini sangat penting untuk membuka akses pendanaan pusat guna memperkuat infrastruktur di daerah,” ujar Saiful Anwar usai audiensi.

Lebih lanjut, Saiful memaparkan bahwa modernisasi sarana pendidikan di wilayah 3T adalah harga mati. Baginya, infrastruktur yang mumpuni adalah fondasi utama untuk mencetak lulusan vokasi yang kompeten dan siap bertarung di dunia industri global.

“Fasilitas yang memadai adalah kunci utama. Dengan infrastruktur yang baik, proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berjalan optimal, sehingga kita bisa melahirkan tenaga ahli yang handal dari Sabu Raijua,” tambahnya.

Beberpa Poin Penting yang menjadi Kesepakatan di Bappenas adalah, Akselerasi Pendanaan dengan Mendorong realisasi skema pembiayaan khusus untuk gedung dan laboratorium modern. Polije berkomitmen memberikan pendampingan kelembagaan dan teknis dalam perencanaan pembangunan, serta Memastikan mahasiswa di wilayah NTT memiliki kualitas fasilitas yang setara dengan di Pulau Jawa.

Menutup pertemuan yang berlangsung konstruktif tersebut, Saiful Anwar menegaskan bahwa Polije tidak akan berhenti pada tahap koordinasi saja. Pihaknya berjanji akan mengawal setiap proses perencanaan hingga pembangunan fisik benar-benar terwujud.

“Kami berharap kolaborasi ini membuahkan hasil positif agar sarana pendidikan berkualitas dapat segera dinikmati masyarakat luas. Polije berkomitmen penuh mendampingi hingga rencana ini menjadi nyata,” tegasnya.

Sinergi antara Polije dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua ini diharapkan menjadi role model bagi institusi pendidikan lainnya dalam memperjuangkan hak pendidikan yang layak bagi generasi muda di beranda terdepan Indonesia. (Tahrir)

You may also like