Tangan Dingin Irwan Syahrani: Sulap Hari Jadi Sinjai Jadi Megah Meski Kantong APBD ‘Zero Rupiah’

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI — Biasanya, sebuah hajatan hari jadi kabupaten identik dengan deretan angka nol di proposal anggaran. Panggung megah, tenda berderet, dan konsumsi yang melimpah kerap dianggap sebagai tolok ukur suksesnya sebuah seremoni. Namun, di usianya yang ke-462, Kabupaten Sinjai memilih jalan sunyi yang tak lazim, merayakan hari jadi dengan konsep zero anggaran.

Di balik kemudi efisiensi yang ekstrem ini, ada sosok Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sinjai, Andi Irwan Syahrani. Ia harus memutar otak agar perayaan tetap khidmat tanpa harus menguras kas daerah yang tengah diprioritaskan untuk pembangunan lain.

Saat tema “Tumbuh Berdaya, Melaju Bersama” digaungkan, banyak yang mengira itu hanyalah jargon pemanis baliho. Namun, bagi Irwan, tema itu adalah instruksi kerja. Tanpa alokasi dana khusus, ia membedah makna “berdaya” dengan cara yang paling organik kolaborasi.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial. Kita ingin membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk memberi penghormatan pada sejarah,” ujar Irwan dengan nada tenang namun tegas.

Ia tidak bergerak sendiri. Ruang-ruang di DPRD dan jajaran pemerintah disulap menjadi pusat gotong royong. Pihak legislatif dan eksekutif menanggalkan ego sektoral, bahu-membahu menyumbangkan tenaga dan sumber daya yang ada demi memastikan perhelatan ini tidak kehilangan marwahnya.

Mengapa harus zero anggaran? Keputusan ini merupakan refleksi mendalam atas kondisi ekonomi dan skala prioritas daerah. Irwan Syahrani menekankan bahwa semangat yang ingin dibangun adalah kemandirian.

“Kreativitas dan kolaborasi mampu menghadirkan kegiatan bermakna tanpa harus bergantung pada besarnya anggaran. Ini adalah pesan untuk kita semua: Sinjai bisa maju jika kita bergerak bersama,” tambahnya.

Meski tanpa kemewahan yang dibayar negara, rangkaian kegiatan tetap berlangsung tertib. Justru, suasana khidmat terasa lebih kental. Ada rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih kuat ketika setiap elemen masyarakat dan pejabat merasa bahwa kelancaran acara adalah tanggung jawab pribadi, bukan sekadar proyek tahunan.

Hari Jadi ke-462 ini akhirnya bukan lagi tentang seberapa besar pesta yang digelar, melainkan seberapa kuat ikatan yang terjalin. Sinjai seolah sedang memberikan pelajaran bagi daerah lain bahwa martabat sebuah daerah tidak diukur dari kemilau pesta poranya, tapi dari daya tahan dan kekompakan warganya di masa sulit.

Dengan prinsip efisiensi ini, Irwan Syahrani dan timnya sukses menjadikan momentum ulang tahun sebagai batu loncatan. Targetnya jelas: mendorong pembangunan berkelanjutan, memperkuat daya saing, dan yang terpenting, memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi menu utama di atas meja kebijakan, bukan sekadar hiasan di panggung seremoni. (Ads)

You may also like