BERITABERSATU.COM, BULUKUMBA — Bagi Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UP3 Bulukumba, memanjat tower dan bergelut dengan kabel bertegangan tinggi adalah makanan sehari-hari. Namun, di Ramadan 1447 H ini, “pasukan elit” berbaju oranye tersebut punya misi lain yang tak kalah krusial: menjemput senyum di pelosok desa.
Bukan soal gangguan teknis, kali ini sasarannya adalah gubuk sederhana milik Indo Upa di Dusun Ponci, Desa Taccorong. Di sana, tim PDKB hadir bukan sekadar membawa peralatan teknis, melainkan membawa “keajaiban” kecil bernama cahaya.
Setelah berjibaku membenahi jaringan di wilayah Gantarang, tim tidak langsung pulang untuk beristirahat. Di bawah terik matahari Ramadan, mereka menyambangi rumah Indo Upa untuk merealisasikan program Light Up The Dream (LUTD) sebuah inisiatif pasang baru listrik gratis yang dananya berasal dari kocek pribadi para pegawai PLN sendiri.
Momen penyalaan listrik ini terasa emosional. Saat sakelar pertama kali ditekan, redupnya rumah Indo Upa seketika berganti menjadi benderang. Bagi banyak orang, lampu mungkin hal biasa, tapi bagi Indo Upa, ini adalah kado Ramadan terindah yang pernah ia terima.
“Ramadan adalah momentum berbagi. Lewat Light Up The Dream, kami ingin memastikan tak ada lagi saudara kita yang harus melewatkan malam dalam gelap,” ujar Faisal Muslimin, Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Bulukumba.
Tak datang dengan tangan kosong, Faisal dan tim juga menyerahkan paket sembako untuk membantu kebutuhan dapur Indo Upa selama bulan suci. Aksi ini menjadi bukti bahwa di balik seragam tangguh dan risiko kerja yang tinggi, insan PLN punya sisi humanis yang kental.
Indo Upa sendiri tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran listrik bukan sekadar soal lampu, tapi soal harapan baru untuk menjalani hari-hari terutama saat sahur dan berbuka dengan lebih nyaman dan layak.
Aksi sosial ini menegaskan bahwa PLN UP3 Bulukumba tidak hanya fokus pada urusan teknis dan keandalan jaringan. Melalui semangat “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik,” mereka membuktikan bahwa pengabdian terbaik adalah saat keberadaan mereka bisa menyentuh langsung hati masyarakat yang paling membutuhkan.
Di Ramadan 1447 H ini, pasukan elit PDKB telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya jago menjaga aliran listrik tetap stabil, tapi juga mahir mengalirkan kebahagiaan hingga ke ruang tamu warga. (**)