Lewat Reses DPRD Jatim, Guntur Wahono Dorong Seni Tradisi Tiban Naik Kelas

by Ardin
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, menggelar kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2025–2026 di Joglo Serbaguna Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin malam (9/2/2026).

Dalam kegiatan reses tersebut, Guntur Wahono memanfaatkan momentum untuk melakukan reorganisasi kepengurusan Paguyuban Seni Tradisi Tiban Blitar Raya, yang diikuti oleh para pelaku seni dan pengurus paguyuban dari Kabupaten dan Kota Blitar.

“Reses hari ini kami isi dengan kegiatan reorganisasi kepengurusan Paguyuban Tiban Blitar Raya. Tadi sudah kita laksanakan secara demokratis dan melahirkan kepengurusan yang baru,” ujar Guntur Wahono.

Ia berharap kepengurusan baru tersebut mampu membawa perbaikan dan kemajuan organisasi dalam satu periode ke depan, khususnya dalam tata kelola kegiatan dan penguatan soliditas internal paguyuban.

Guntur Wahono juga menegaskan bahwa proses reorganisasi berlangsung secara demokratis tanpa adanya intervensi. Seluruh peserta forum diberikan hak yang sama untuk memilih dan dipilih.

“Alhamdulillah, mekanisme pemilihan berjalan sangat demokratis. Tidak ada intervensi apa pun. Semua punya hak memilih dan dipilih. Bahkan ketika hanya satu orang menyampaikan pendapat, tetap kita dengarkan. Ini bagian dari demokrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Guntur Wahono turut memaparkan perkembangan seni tradisi Tiban yang dinilainya mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di Blitar, jumlah grup seni Tiban yang awalnya hanya empat grup kini berkembang menjadi sekitar 20 grup. Hal serupa juga terjadi di daerah lain seperti Tulungagung dan Lampung.

“Seni Tiban ini adalah peninggalan leluhur yang sangat dicintai rakyat. Setiap event selalu ramai. Ini bukti bahwa seni tradisi masih hidup dan diminati,” ungkapnya.

Ke depan, Guntur Wahono berharap seni tradisi Tiban dapat semakin berkembang, bahkan hingga terbentuk kepengurusan di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rencana pelantikan dan pengukuhan Paguyuban Tiban Blitar Raya di Pendopo Kabupaten Blitar, apabila mendapat persetujuan dari Bupati Blitar.

Selain penguatan organisasi, Guntur Wahono juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana. Ia menyebutkan bahwa melalui APBD Provinsi Jawa Timur, Dinas terkait telah memfasilitasi sejumlah aset pendukung seperti panggung 3D berukuran 8×8 meter, gamelan, tenda, dan perangkat sound system.

“Harapannya, ketika ada event besar, kita tidak lagi bingung soal perlengkapan. Bahkan mobil operasional juga sangat dibutuhkan karena aktivitas seni Tiban ini sering melibatkan puluhan kendaraan saat kunjungan lawatan antardaerah,” jelasnya.

Melalui kegiatan reses ini, Guntur Wahono menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam pelestarian seni budaya tradisional sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat Jawa Timur. (Zan)

You may also like