MTsN 1 Pemalang Jawab Tudingan Penarikan Sumbangan dan Iuran Study Tour

by Editor Muh. Asdar
0 comments

PEMALANG,BB– Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pemalang menjawab tudingan terkait pungutan sumbangan sebesar Rp 500 ribu per siswa untuk keperluan pengadaan barang komite pembelajaran digital.

Merespon hal tersebut, pihak sekolah Sekolah MTsN 1 Pemalang memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa sumbangan sebesar Rp 500 ribu sudah disepakati bersama dalam rapat musyawarah antara komite sekolah dan wali murid atau orang tua siswa pada Senin 2 Februari 2026 lalu.

“Saya mau luruskan disini, terkait sumbangan itu jelas diawali dengan rapat pleno, dan itu memang telah disepakati bersama,” ujar Kepala MTsN 1 Pemalang, Wasimin kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Wasimin menyebut, sebelum memutuskan adanya sumbangan, pihak sekolah bersama komite telah mengundang seluruh wali murid untuk memaparkan kebutuhan sekolah. Rencana kebutuhan untuk penunjang pembelajaran TKA yakni pengadaan sarana dan prasarana berupa komputer, printer, laptop dan proyektor.

“Jadi jelas yah, sumbangan sebesar Rp 500 ribu itu bukan keputusan sepihak. Ada tahapannya melalui rapat komite sekolah sampai mengundang orangtua atau wali murid. Juknis pengelolaan dana sumbangan pun disampaikan,” katanya.

Menurutnya, selain untuk penunjang pembelajaran digital, prasarana nantinya juga dimanfaatkan sebagai peningkatan mutu madrasah berstandar nasional.

“Disamping itu ketika ada asesmen atau ujian juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan online lomba murid dan penerimaan murid baru,” ungkapnya.

Selain itu, Wasimin juga mengklarifikasi terkait iuran kegiatan Outingclass yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2026 yang mencuat di salah satu platform media sebesar Rp 1,8 juta.

“Berita itu ada hoax dan fitnah. Yang benar adalah iuran per siswa untuk outingclass itu sebesar Rp 1.150.000,” ungkapnya.

Wasimin mengatakan, tidak ada unsur paksaan dalam surat yang diberikan ke pihak sekolah. Segala keputusan ikut atau tidaknya dalam kegiatan tersebut tergantung siswa atau orang tua masing-masing.

“Jadi ini bukan suatu kewajiban dan terkait besaran iurannya pun juga sudah disepakati bersama antara komite dan orang tua murid sesuai surat pemberitahuan study tour nomor : 10/ komite MTsN 1 Pml/11/2025,” jelasnya.

Wasimin menjelaskan, bahwa besaran iuran kegiatan study tour tersebut digunakan untuk biaya mencakup akomodasi diantaranya, penyewaan armada, sewah hotel, makan dan minum.

“Jadi jelas semuanya baik sumbangan maupun iuran study tour. Bukan keputusan sepihak tapi semua keputusan berdasarkan rapat musyawarah bersama antara pihak sekolah, komite dan orang tua murid,” ujarnya.

Ia menghimbau setiap orang tua murid atau wali murid yang memiliki pertanyaan atau keraguan atas berita yang beredar bisa langsung komunikasi ke pihak MTsN 1 Pemalang untuk mendapatkan informasi yang akurat dan akuntabel.(*)

You may also like