BERITABERSATU.COM, SINJAI — Harapan dan doa terus dipanjatkan keluarga serta kerabat Syamsul Alam (26). Sudah tiga hari berlalu sejak insiden tabrakan maut di laut, pemuda asal Sinjai ini belum jua kembali ke pelukan keluarga usai perahu yang ditumpanginya, KMN Tilong 03, bertabrakan dengan kapal penongkol di perairan Sinjai.
Pencarian yang telah memasuki hari ketiga (H.3) pada Jumat (16/10/2026) oleh Tim SAR Gabungan masih berpacu dengan waktu dan sengitnya arus perairan sekitar Pulau Sembilan.
Upaya kian digencarkan dengan melibatkan personel dari BPBD Sinjai, BASARNAS Kab. Bone, SAR Brimob Bone, Polairud Sinjai, Pos TNI AL Sinjai, hingga Syahbandar Sinjai. Namun hingga matahari terbenam dan operasi hari ketiga dihentikan sementara, keberadaan Syamsul Alam masih misterius.
Pagi hari diawali dengan briefing intensif di Pelabuhan Larearea untuk memetakan titik-titik krusial pencarian. Tim SAR Gabungan membagi armada menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyapu area seluas puluhan mil laut persegi.
SRU 1: Bergerak menggunakan rubber boat (perahu karet) menyisir Sektor 1 seluas 15 NM² dari koordinat entry point 5°5’45.52″S – 120°18’45.19″E.
SRU 2: Memakai perahu karet mengarungi Sektor 2 seluas 15 NM² dari koordinat 5°6’8.75″S – 120°18’32.58″E.
SRU 3: Dikerahkan menggunakan kapal nelayan lokal di Sektor 3 seluas 15 NM² dari koordinat 5°8’48.18″S – 120°18’18.43″E.
Meski garis penyisiran telah diperluas di perairan Pulau Sembilan, usaha keras petang ini belum membuahkan kabar baik.
“Hasil pencarian hingga berakhirnya pelaksanaan Operasi SAR H.3 dinyatakan nihil. Korban atas nama Syamsul Alam belum ditemukan,” ungkap perwakilan Tim SAR Gabungan BPBD Kabupaten Sinjai.
Tantangan di lapangan tidaklah mudah. Pergerakan angin, kuatnya arus dasar laut, serta dinamika gelombang menjadi penentu arah pergeseran korban dari lokasi kejadian awal.
“Tim SAR Gabungan terus melakukan koordinasi dan evaluasi mendalam. Kondisi cuaca, arus, dan gelombang terus kami perhitungkan untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran posisi korban,” jelasnya.
Pihak BPBD dan Tim SAR Gabungan turut mengetuk hati para nelayan serta warga pesisir yang melaut di sekitar Kabupaten Sinjai dan Pulau Sembilan untuk ikut memantau.
“Kami mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di laut, jika menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban, agar segera melaporkan ke petugas atau Posko SAR terdekat,” tambahnya.
Operasi pencarian rencananya akan kembali dilanjutkan Sabtu pagi besok dengan penyesuaian pola penyisiran arus. (**)