PSSI Pemalang Jadi Pionir di Jataeng, Puluhan Wasit Ditempa Hadapi Tekanan di Lapangan

by Usman
0 comments

BERITABERSATU.COM, Pemalang – PSSI Kabupaten Pemalang membuat gebrakan. Puluhan wasit dan match commissioner dikumpulkan dalam workshop perangkat pertandingan untuk mengasah profesionalisme, memperbarui pemahaman aturan, sekaligus memperkuat keberanian mengambil keputusan di lapangan.

Tak sekadar pelatihan biasa, Pemalang disebut menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang menggelar workshop bagi perangkat pertandingan sepak bola tersebut.

Kegiatan digelar di Aula Widuri Training Center (WTC) Pemalang, Minggu (4/10/2026). Puluhan wasit dan match commissioner yang selama ini bertugas dalam berbagai pertandingan di Pemalang mengikuti pembekalan secara langsung.

Materi diberikan oleh Instruktur Fitness Test Wasit Profesional Rusdi Muksin dan pengurus PSSI Jawa Tengah yang berpengalaman sebagai match commissioner, Fani Adi Nugroho.

Ketua PSSI Kabupaten Pemalang, Hengki Wijaya, menegaskan kualitas pertandingan tidak hanya ditentukan pemain dan pelatih. Sosok wasit sebagai pengadil di lapangan juga menjadi bagian penting dalam menentukan jalannya pertandingan.

Karena itu, Hengki meminta para wasit tidak gentar ketika harus mengambil keputusan di tengah tekanan pertandingan.

“Wasit harus mampu mengambil keputusan dengan tegas, cepat, objektif, dan konsisten. Jangan takut mengambil keputusan yang benar meskipun mendapat tekanan dari pemain, pelatih, maupun penonton,” kata Hengki.

Menurutnya, workshop tersebut menjadi bagian dari komitmen PSSI Pemalang untuk membangun perangkat pertandingan yang profesional dan berintegritas.

“Mari kita bersama-sama membangun sepak bola Pemalang yang lebih baik. Kompetisi yang baik membutuhkan pemain yang baik, pelatih yang baik, penyelenggara yang baik, dan tentu saja wasit yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Hengki juga mendorong para peserta menjadikan workshop sebagai momentum memperbarui pengetahuan sekaligus mengevaluasi pengalaman selama bertugas.

“Jadikan kesempatan untuk meng-update pemahaman terhadap Laws of the Game, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan, serta mengevaluasi pengalaman di lapangan,” pesannya.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari Laws of the Game, interpretasi dan penerapan peraturan pertandingan, studi kasus, etika, integritas hingga profesionalisme perangkat pertandingan.

Tak berhenti pada teori. Peserta juga mengikuti praktik lapangan, evaluasi serta tes pemahaman untuk mengukur kemampuan mereka dalam memahami dan menerapkan materi.

Instruktur Fitness Test Wasit Profesional, Rusdi Muksin, mengatakan pemahaman aturan harus berjalan beriringan dengan kemampuan menerapkannya secara tepat di lapangan.
“Kita paparkan ke teman-teman wasit tentang pemahaman Laws of The Game serta penerapannya di lapangan. Dan yang tidak kalah penting, kita harus menerapkan peraturan pertandingan secara adil,” jelas Rusdi.

Rusdi juga mengapresiasi langkah PSSI Kabupaten Pemalang yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut Pemalang sebagai pionir dalam menggelar workshop perangkat pertandingan.

“Pemalang ini menjadi pionir, semoga nanti diikuti daerah lain. Workshop ini sangat membantu, karena update tentang peraturan-peraturan baru harus dipahami para perangkat pertandingan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu match commissioner, Firman Kholis Wijiono, menilai workshop tersebut memberikan tambahan pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi perangkat pertandingan.

“Workshop ini memberi pengetahuan baru bagi perangkat pertandingan sepak bola di Pemalang dan meningkatkan kompetensi mereka dalam menjalankan pertandingan, baik di tarkam, turnamen, ataupun kompetisi internal di PSSI,” tuturnya.

Pembinaan berkelanjutan tersebut diharapkan tidak hanya membuat pertandingan di level lokal berjalan lebih profesional, tetapi juga membuka peluang bagi wasit-wasit asal Pemalang untuk berkembang dan meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi.

(Daeng)

You may also like