Geger! Aksi ‘Pemalang Melawan Perundungan’ Bakal Digelar, Massa Tuntut Kasus Bocah SD di Pemalang Diusut Tuntas

by Usman
0 comments

 

BERITABERSATU.COM, Pemalang – Kasus meninggalnya siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban perundungan atau kekerasan oleh kakak kelasnya, kembali menjadi sorotan. Di tengah proses penyelidikan yang masih dilakukan kepolisian, sebuah poster ajakan aksi unjuk rasa bertajuk “Pemalang Melawan Perundungan” beredar luas di media sosial.

Dalam poster tersebut, masyarakat Pemalang dan sekitarnya diajak untuk menyuarakan penolakan terhadap perundungan sekaligus menuntut keadilan bagi korban.

Aksi tersebut disebut akan digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB, dengan titik kumpul di depan pintu gerbang SDN 1 Kebondalem, Pemalang.

Poster itu mencantumkan sejumlah seruan, di antaranya “Tolak Perundungan!”, “Keadilan untuk Korban!”, “Stop Kekerasan di Sekolah!” serta “Masyarakat Pemalang Bersatu!”

Dalam bagian tuntutan, massa aksi disebut akan mendorong tiga hal utama, yakni pengusutan tuntas kasus dan hukum terhadap pelaku secara adil, perbaikan sistem sekolah serta penghapusan budaya perundungan, dan penguatan perlindungan anak di sekolah maupun lingkungan komunitas.

Namun, hingga kini belum ada kepastian dari pihak kepolisian mengenai siapa penyelenggara aksi tersebut maupun jumlah massa yang akan hadir. Informasi mengenai rencana aksi itu diketahui dari poster yang beredar di media sosial.

Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus meninggalnya siswa tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan, termasuk dari pihak keluarga korban, sekolah dan teman-teman korban.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Umar mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara terang perkara tersebut.

“Hari ini kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi, baik dari keluarga korban, pihak sekolah, maupun teman korban,” kata Wildan kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).

Wildan juga menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah pihak melibatkan tim psikiater. Polisi masih mendalami dugaan adanya perundungan yang berkaitan dengan meninggalnya korban.

Di sisi lain, polisi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang beredar di media sosial sebelum kebenarannya dipastikan.

“Ya, kami menyayangkan adanya sejumlah kabar di media sosial yang belum diketahui kebenarannya,” ujar Wildan.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Kebondalem, Erning Rustini, memilih tidak banyak memberikan komentar terkait perkara tersebut.

Pihak sekolah menyatakan menyerahkan proses penanganan kasus sepenuhnya kepada kepolisian.

“Maaf, Mas, semua sudah saya serahkan ke kepolisian (Polres),” ungkap Erning saat dihubungi awak media melalui pesan singkat.

Rencana aksi “Pemalang Melawan Perundungan” kini menjadi perhatian publik. Terlebih, aksi tersebut membawa tuntutan agar kasus dugaan perundungan terhadap korban diusut secara tuntas serta menjadi momentum evaluasi terhadap perlindungan anak di lingkungan sekolah.

(Daeng)

You may also like