Beritabersatu.com, Tulungagung – Politikus Partai Golkar yang juga anggota DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., menyambut positif penunjukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Merah Putih periode 2026-2029.
Jairi yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung menilai Sarmuji memiliki bekal pengalaman yang cukup untuk memimpin Kementerian Perindustrian.
Menurutnya, pengalaman Sarmuji selama tiga periode sebagai anggota DPR RI serta keterlibatannya dalam berbagai sektor strategis menjadi modal penting untuk memahami persoalan industri nasional.
“Bapak M. Sarmuji sangat layak untuk menahkodai Kementerian Perindustrian. Pengalaman beliau selama tiga periode berjalan di DPR RI serta rekam jejak bermitra dengan sektor-sektor strategis, mulai dari perindustrian, perdagangan, keuangan, hingga BUMN, membuat beliau sangat paham aspek mana saja yang perlu segera dibenahi dan dipercepat untuk mengawal visi Presiden Prabowo,” ujar Jairi Irawan, Sabtu (3/10/2026).
Di sisi lain, pengangkatan Sarmuji sebagai menteri otomatis berdampak pada statusnya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI.
Jairi menyebut, kursi parlemen yang ditinggalkan Sarmuji nantinya akan diisi melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) sesuai ketentuan dan urutan perolehan suara.
“Otomatis kursi dewan RI ada kekosongan nggih mas. Kalau menurut urutan perolehan suara, Pak Kusuma Judi Leksono di bawah Pak Heru. Iya mas,” ungkap Jairi.
Jairi menilai sektor manufaktur nasional ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Beberapa di antaranya adalah gangguan rantai pasok global, kebutuhan tenaga kerja terampil, percepatan transformasi digital, serta tuntutan terhadap industri yang lebih ramah lingkungan.
Selain menghadapi tantangan tersebut, menurut Jairi, Indonesia juga memiliki peluang besar yang dapat dikembangkan, termasuk sektor industri halal dan pengolahan komoditas strategis berbasis potensi lokal.
“Beliau berangkat dari pengalaman grassroot yang kuat, dipadukan dengan kecakapan dalam menjaga sinergi antara pemerintah dan sektor swasta,” tambahnya.
Jairi berharap pengalaman dan kapasitas Sarmuji dapat digunakan untuk memperkuat sektor industri nasional sekaligus mempercepat agenda hilirisasi.
“Kami optimistis Pak Sarmuji mampu menjawab kepercayaan Presiden Prabowo, khususnya dalam mengakselerasi hilirisasi komoditas strategis dan memperkuat kapasitas industri manufaktur dalam negeri,” pungkas Jairi.**