Kades Serang Pilih Adem di Tengah Polemik, Persoalan Diserahkan ke Inspektorat

by Fauzan
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Kepala Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Dwi Handoko, memilih tetap menjalankan roda pemerintahan desa meski tengah menghadapi desakan sejumlah warga yang meminta dirinya mundur.

Handoko tidak ingin polemik tersebut berkembang menjadi konflik terbuka. Dia memilih mengikuti proses pemerintahan dan menyerahkan penyelesaian berbagai persoalan yang dipersoalkan warga kepada mekanisme yang sedang berjalan.

Menurut Handoko, sejumlah tuntutan warga telah masuk dalam pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Blitar. Audit tersebut bahkan disebut telah berlangsung sekitar enam bulan.

“Semua tuntutan warga itu sudah masuk dalam audit Inspektorat. Prosesnya sudah berjalan sekitar enam bulan dan seluruh rekomendasi dari Inspektorat sudah kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Handoko, Kamis (10/9/2026).

Sikap tersebut disampaikan setelah puluhan warga yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli (FPP) Desa Serang menggelar aksi di Kantor Desa Serang pada awal pekan lalu.

Selain menyampaikan tuntutan, warga juga menggalang petisi yang meminta Handoko melepaskan jabatannya sebagai kepala desa.

Namun, desakan tersebut tidak membuat Handoko mengambil keputusan untuk meninggalkan jabatannya. Dia menegaskan, aspirasi masyarakat tetap memiliki ruang, tetapi pemberhentian kepala desa memiliki mekanisme tersendiri.

“Meminta mundur itu hak warga. Tetapi ada mekanisme hukum dan ketentuannya. Tidak bisa kemudian tiba-tiba langsung mundur,” tegasnya.

Handoko juga mengingatkan bahwa posisinya sebagai kepala desa merupakan hasil pilihan masyarakat. Dalam Pilkades Serang, dia mengklaim memperoleh sekitar 70 persen suara.

“Desa Serang memiliki ribuan warga dan saya terpilih dengan mengantongi 70 persen suara masyarakat. Jadi, semua harus dikembalikan pada aturan,” ungkapnya.

Di tengah situasi tersebut, Handoko memilih menahan diri dari pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan. Baginya, stabilitas pemerintahan desa harus tetap dijaga agar masyarakat tidak semakin terpolarisasi.

“Sementara saya no comment dulu agar kondisi tetap aman, damai, dan tidak memicu opini berseliweran. Yang namanya puas dan tidak puas itu pasti ada,” katanya.

Handoko memastikan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai kepala desa sembari menunggu perkembangan proses pemerintahan dan tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Blitar.

“Kita lihat perkembangannya dalam satu minggu ini. Prinsipnya, kami satu komando mengikuti mekanisme yang ada,” pungkasnya. (Zan)

You may also like