Tiga Periode Cukup, Agus Zunaidi Buka Jalan Kader Muda Pimpin PPP Kota Blitar

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar, Agus Zunaidi, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam bursa ketua pada periode kepengurusan berikutnya. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen untuk mendorong proses regenerasi kepemimpinan di internal partai.

“Saya sudah menjabat selama tiga periode, meskipun sempat mendapat diskresi. Sudah waktunya memberi kesempatan kepada kader yang lebih muda untuk tampil dan memimpin,” ujar Agus, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap dinamis, adaptif, dan relevan menghadapi tantangan politik ke depan.

“Regenerasi itu keharusan. Partai tidak boleh berjalan di tempat. Harus ada energi dan gagasan baru, tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan PPP,” imbuhnya.

Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) X yang digelar di Kantor DPC PPP Kota Blitar menjadi titik awal proses tersebut. Namun demikian, Agus menegaskan forum tersebut belum sampai pada tahap penetapan ketua definitif.

“Hari ini masih fokus pada pembentukan tim formatur. Nantinya, formatur yang akan menyusun kepengurusan sekaligus mengarah pada penetapan ketua. Insya Allah arahnya ke Pak Nuhan,” jelasnya.

Sesuai mekanisme organisasi dalam AD/ART PPP, Muscab tidak secara langsung memilih ketua. Forum hanya menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru secara kolektif.

Dalam Muscab X yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026), tiga nama ditetapkan sebagai formatur, yakni Nuhan Eko Wahyudi dari unsur DPC, Buchori Muslim selaku Ketua PAC Sukorejo, serta Wawan yang menjabat Ketua PAC Sananwetan. Ketiganya akan merumuskan komposisi kepengurusan baru untuk kemudian diajukan ke DPW dan DPP PPP guna mendapatkan pengesahan.

Agus menilai, mekanisme tersebut merupakan bagian dari demokrasi internal partai yang mengedepankan musyawarah serta keseimbangan antarstruktur organisasi.

“Kita ingin proses ini berjalan matang, tidak tergesa-gesa, dan tetap menjaga soliditas. Siapa pun yang nantinya ditetapkan, itu merupakan hasil kesepakatan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa PPP Kota Blitar tampil lebih kompetitif, terutama dalam menghadapi kontestasi politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

“Harapan saya sederhana, PPP harus semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Itu kunci untuk memenangkan masa depan,” tandasnya.

Muscab X ini sekaligus menjadi penanda bahwa PPP Kota Blitar tengah menata langkah secara bertahap, merajut kesinambungan antara pengalaman dan semangat baru. Regenerasi pun bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan dalam menjaga eksistensi partai. (Zan)

You may also like