Lampu Hijau Anggaran Rp459 Miliar, Dirjen Bangda Tegaskan Kelola Dana Harus ‘By Design’ Bukan Kebetulan

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Restuardy Daud, mengajak seluruh jajarannya untuk meninggalkan pola kerja lama dalam mengelola keuangan negara. Ia menekankan pentingnya penerapan pengelolaan anggaran secara by design, yang mencakup perencanaan matang, pelaksanaan yang tepat, hingga pengawalan ketat pada tahap pertanggungjawaban.

“Artinya pengelolaan anggaran ini merupakan momentum untuk mendorong pertumbuhan dan penggunaan anggaran yang bisa dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat melalui pemerintahan daerah,” ungkap Restuardy pada acara Bangda Awards di Gedung Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Langkah ini menjadi krusial mengingat Ditjen Bina Bangda mendapatkan kenaikan anggaran yang signifikan pada tahun 2026, yakni sebesar Rp459 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan capaian realisasi tahun 2025 yang sudah sangat tinggi di angka 99,6 persen, Restuardy tidak ragu untuk menaikkan standar kinerja timnya lebih tinggi lagi.

“Karena itu, saya berharap tahun 2026, minimal pencapaiannya 99,7,” tegasnya.

Visi besar ini, menurut Restuardy, merupakan turunan langsung dari arahan Presiden Prabowo mengenai pentingnya mewujudkan negara yang sejahtera atau welfare state. Dalam konsep tersebut, pemerintah memegang peran utama dalam melindungi dan menjamin kesejahteraan sosial-ekonomi warga melalui penyediaan pendidikan, layanan kesehatan, asuransi sosial, dan jaminan hari tua.

“Sistem ini bertujuan menciptakan persamaan kesempatan, pemerataan pendapatan, dan keadilan,” sambung Restuardy.

Namun, anggaran yang besar dan visi yang mulia tidak akan tercapai tanpa dukungan sumber daya manusia yang mumpuni. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Restuardy mengingatkan pentingnya loyalitas dan kompetensi di kalangan Aparatur Sipil Negara.

“Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua,” kata Restuardy.

Ia membedah bahwa kompetensi dan loyalitas adalah dua pilar yang harus berjalan beriringan. Jika kompetensi bisa diasah melalui jalur formal, maka loyalitas adalah persoalan integritas dan motivasi internal yang harus dijaga oleh setiap individu dan pimpinan.

“Inilah pekerjaan rumah masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya,” tandasnya. (*/rls)

You may also like