MAKASSAR, BB — Kejadian sangat menyayat hati terjadi di negara kita tercinta dimana munculnya mosi tidak percaya antara pemerintah dan juga msyarakat tentang protab tatacara penanganan pasien dan mayat orang dalam pengawasan covid 19.
Banyaknya comentar negatif tentang tim gugus tugas penanganan covid 19 diantaranya ada yang mengatakan bahwa ini adalah conspirasi politik bahkan sampai kepada perang dagang tetapi dilain sisi ada petugas yang bergerak sebagai garda terdepan penanganan covid 19 meninggalkan keluarga mereka sampai berbulan-bulan untuk bertugas sebagai pelayan kesehatan.
Sebut saja satu profesi sebagai contoh adalah perawat, yang 24 jam bekerja tanpa henti demi menyelamatkan Indonesia, pekerjaan mereka begitu mulia tetapi mengapa masyarakat tidak percaya kepada mereka padahal mereka telah mempertaruhkan nyawa mereka demi orang lain.
Atas kondisi tersebut, Supardin selaku angota SAPMA PP KOM. UMI Makassar mengatakan bahwa betul masyarakat telah menaruh curiga pada pemerintah tentang adanya keuntungan materi pada pandemi ini, tetapi terlepas dari semua itu, ia mengajak bersama-sama menjaga nilai kemanusian.
“Jangan dengan adanya isu bahwa ini adalah konspirasi lalu kita akan cuek dan acuh tentang pentingnya saling menjaga, sebab 90% masyarakat terkena dampak covid ini ada yang di PHK ada yang kehilangan sanak keluarga ada yang bangkrut dan tak berpenghasilan dll. Maka dari itu mari kita bersama-menjaga nilai kemanusiaan dengan tidak melihat pada sisi negatif saja banyak hal yang bisa kita lakukan ketimbang harus saling menjatuhkan dan mengambil keuntungan dari pandemi covid 19 ini, mari membangun comunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah sebab melalui komunikasi yang baik maka yakin sajalah tidak adalagi yang tercederai ucap pardin saat ditemui dilokasi,” ungkapnya, jumat (5/6/20)
Lanjut Pardin mengatakan, jika ketimbang ikut ikutan mengutuk pemerintah yang sebenarnya kita tidak tahu kebenarannya, lebih bermanfaat jika kita berbuat dan saling bahu membahu membantu sesama yang terkena dampak covid 19, dan jika ada yang memiliki bukti real dan falid tentang kecurangan ditengah pandemi ini mari bersama menangkap oknum tersebut dan berantas para mafia yang mencederai nilai-nilai Pancasila, karna Indonesia membutuhkan pemuda yang mau berbuat demi bangsa dan negara, jangan takut jika ada yang diketahui dan benar-benar ada bukti.
“Mari bersama-sama putus mata rantai covid 19 dan tetap mengingat bahwa covid 19 ini adalah penyakit dan bukan lahan bisnis, jangan memberikan informasi yang belum diketahui kebenarannya dan menghargai profesi masing-masing. Biarkan ahli yang bicara jangan sampai kita berbicara yang kita tidak memiliki pemahaman didalamnya hanya karna ingin tenar atau gaya gayaan semata,” pungkasnya. (Rls)