MAKASSAR, — Mawar (17), nama yang disamarkan terhadap wanita asal Kabupaten Bantaeng ini, yang menjadi korban asusila terhadap pria yang baru saja dikenalinya bernama Suardi Mansur (30), keduanya berkenalan saat diperjalanan naik mobil angkot dengan tujuan ke Makassar.
Keduanya pun saling akrab setelah kenalan diantas mobil angko, hingga tiba di Makassar mereka pun turun bersama, pada Sabtu (3/6/2017), sekira pukul 17.30 Wita. Maklum mawar yang tidak tahu menahu situasi di makassar, niat kesempatan itu dilakukan Suardi dengan memperdayai Mawar. Ia bermaksud membatu mawar sampai ke tujuannya sesaat turun dari mobil angkutan daerah tersebut di Jalan AP. Pettarani.
Mansur lalu kemudian mengambil mobil angkut jurusan kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS), mobil angkut jurusan ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Ia kembali bersama-sama naik pada mobil angkut dengan dalih sama arah tujuannya di Jalan Perintis, setiba di Kampus Suardi pun mengajak Mawar menemaninya mengambil barang miliknya tepatnya di belakang Fakultas Pertanian UNHAS.
Situasi yang mulai gelap membuat Suardi gelap mata iapun memaksa Mawar untuk melayaninya, Mawar pun merontah, Namun upaya Mawar pun dengan cara merontah tak membuat Suardi berhenti.
Malah Suardi menghunuskan badik terhadap Mawar hingga mawar terluka. Mawar pun dengan pasrah menuruti permintaan Suardi, selanjutnya Suardi menggiring Mawar ke tempat semak -semak, dibelakang Fakultas Pertanian UNHAS saat itulah kehormatan Mawar direnggut oleh Suardi.
Usai gagahi Mawar, selanjutnya Suardi membawa Mawar ke Jalan Poros Jalan Perintis lalu ia menghilangkan jejak, beruntung Mawar mendapat pertolongan oleh warga untuk membawanya ke kantor Mapolsek Tamalanrea melaporkan peristiwa menimpa dirinya.
Kanit Reksrim Polsek Tamalanrea IPTU Syaharuddin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan seorang perempuan bernama Mawar samarannya datang ke kantor Polsek Tamalanrea mengaku jika dirinya digagahi oleh seorang yang baru saja dikenalinya sesaat ia bersama sama naik mobil angkutan daerah dari Bantaeng sampai ke Makassar.
“Korban datang melapor, pengakuan korban jika dirinya saat itu baru saja tiba dari Kabupaten Bantaeng saat diperjalanan diatas mobil diangkutan itu ia berkenalan bersama pria bernama Suardi, keduanya pun hingga akrab, setiba di Makassar tepatnya di jalan AP. Pettarani. Mawar hendak melanjutkan perjalanannya dengan tujuan ke Jalan Perintis, karena korban tak tahu menahu jalan di Makassar, pelaku pun bermaksud hendak mengantar korban dengan naik angkot Jurusan Kampus UNHAS Jalan Perintis,”jelas Syaharuddin Selasa (6/6/2017)
Pelaku sesaat mobil singgah lanjut Syaharuddin tepatnya di depan Fakultas Pertanian, mengajak korban untuk menemaninya dengan alasan barang miliknya hendak diambilnya.
“Korban pun menemani pelaku, tiba -tiba membuat korban jadi cemas saat pelaku langsung mengancam korban dengan sibilah badik, lantaran korban takut iapun menuruti keinginan pelaku, selanjutnya pelaku menggiring korban ke semak -semak, setiba dilokasi itu korban merontah, namun pelaku bersenjata badik dan korban sendiri tangannya terluka saat itulah korban dengan pasrah kehormatannya direnggut oleh pelaku,” jelas Syaharuddin
Pelaku usai gagahi korban kata Syaharuddin selanjutnya mengantar korban hingga ke Jalan Raya di Jalan Perintis Kemerdekaan, pelaku pun langsung menghilangkan jejak.
“Pelaku mengantar korban sampai ke Jalan Raya di Jalan Perintis Kemerdekaan, pelaku menghilangkan jejak meninggalkan korban seorang diri, korban kemudian dibantu oleh warga untuk melaporkan peristiwa menimpanya itu di Mapolsek Tamalanrea,” terangnya
Laporan korban pun diterima selanjutnya pelaku dilakukan pengejaran tak sampai 1×24 jam Tim Reksrim Polsek Tamalanrea berhasil meringkus pelaku yang sedang berada disebuah warung, pelaku selanjutnya digelandang ke Mapolsek Tamalanrea
“Dari hasil introgasi terhadap pelaku ia berkilah enggan mengakui perbuatan bejatnya itu, Namun meski begitu korban sebelumnya telah diarahkan untuk dilakukan visum, namun hasil visum korban belum keluar hingga saat ini pelaku diamankan selama proses penyelidikan, selain pelaku turut pula diamankan barang bukti berupa badik, serta celana milik korban yang robek,” tandas Kanit Reksrim (*)
Penulis : Andi Afdal Arisyik
Editor : Arjuna Sakti