MAKASSAR, BB — Rupanya Balon Wali Kota Makassar yang akrab disapa SAdAP, meski sudah menjaring tim pemenangan. Namun disisi lain sosok pemuda Rappokalling diam-diam mengsosialisasikan SAdAP.
Mengapa pemuda ini berbuat untuk SAdAP, sementara tak pernah bertemu SAdAP?
Kepada media ini, pemuda bernama Ardi mengungkapkan bahwa dirinya berbuat untuk SAdAP bukan karena pernah bertemu langsung dengan SAdAP. Namun dirinya sebelumnya mengamati beberapa balon Wali Kota lainnya dengan mengintai aktifitas para balon yang sudah dikenali wajahnya.
“Secara pribadi saya lebih dulu mengamati para Balon, kemudian saya mengintai aktifitas dan latar belakang para balon. Tapi menurut saya semua balon itu adalah orang pilihan, tentu baik semua. Hanya saja saya tercengang terhadap salah satu balon, tak lain adalah SAdAP yang kini namanya kian melijit,” kata Ardi menambahkan.
“Kala itu saya melihat langsung balon Wali Kota SAdAP usai mendaftarkan diri di PDIP Kota Makassar. Yang tampak saat itu beliau disambut secara adat oleh tokoh adat, se usainya. Saya mengintainya lantaran dibenak saya jika beliau adalah orang hebat yang tentunya juga punya finansial. Untuk memastikannya. Saya pun membuntutinya. Ternyata dugaan saya salah jika tak selamanya orang berduit disaat tidur ia tidur di rumah mewah serta kamar Hotel. Tapi saya tercengang melihat sosok SAdAP yang tidur hanya beralaskan meja terbuat dari kayu,” beber Ardi, kamis (10/10/19)
Dari pihaknya usut punya usut kata dia, hingga ia menilai SAdAP sosok yang layak jadi pemimpin dan tahu persis dengan masyarakat golongan menengah dan bawah.
“Dia (SAdAP), cukup sederhana. Beliau punya rumah mewah dan untuk merongoh uang disakunya tentu SAdAP mampu meniginap di Hotel. Namun yang membuat saya tercengang saat melihat beliau tidur beralaskan bangku. Darisitulah saya simpati, sehingga hati nurani saya terpanggil mengsosialisasikan SAdAP,” ungkap Ardi.
Terpisah SAdAP yang dikonfirmasi terkait dirinya yang tidur beralaskan meja. Pihaknya tak menepik apa yang dilihat oleh warga tersebut. Kata dia, pihaknya dalam situasi lelah (Kecapekan), sehingga dimana saja dirinya hendak beristirahat disitulah ia beristirahat.
“Kalau saya lagi lelah dan berada disebuah tempat ada meja, bangku serta balai-balai. Saya beristirahat disitu, kadang sampai tertidur, karena tubuh menginginkan untuk beristirahat dan Alhamdulillah, kondisi saya kembali fit,” timpal SAdAP.
Menurut SAdAP jika tidur disebuah rumah mewah maupun Hotel mewah tidak mesti jika situasi sudah ada perintah tubuh untuk beristirahat.
“Tidak selamanya kita harus tidur di rumah mewah dan Hotel mewah jika situasi tubuh ingin beristirahat, meja bangku serta balai-balai pun jadi tempat istirahat. Harta tidak akan dibawa mati dan nantinya kita tidur beralaskan tanah dan yang menemani kita hanya amal baik kita. Syukuri nikmat yang diberikan oleh sang halid. Terima kasih warga yang memperhatikan saya,” katanya. (Red)