SINJAI, BB — Tahun ini, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) kembali menempatkan Mahasiswa kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Sinjai Borong . Rabu, (13/12).
Mungkin masih kurang yang mengetahui bahwa di Kecamatan Sinjai Borong ada desa yang sangat terpencil, tanpa Listrik, akses jalan yang rusak, jauh sentuhan Pemerintah Daerah (Pemda) yakni Desa Bonto Katute dan ada 6 Mahasiswa KKL yang di tempatkan di desa tersebut diantaranya Muh. Asdar, Zulfikar, Ismail, Arman, Wahdaniyah dan Ita Venita.
Muh. Asdar sebagai Koordinator Desa (kordes) mengatakan bahwa mulanya kami tidak terlalu bersahabat dengan situasi dan kondisi disini karena selain jalanan yang rusak, jalanan terjal, tanpa listrik kondisi pemukiman warga yang saling berjauhan.
“Awalnya kami tidak terlalu bersahabat dengan kondisi desa tapi setelah hari ke hari maka kami telah terbiasa dan mulai mencintai serta menyukai alam dan masyarakat disini, walaupun saat observasi kemarin kami pontang panting dikarenakan kondisi jalan dan tempat yang sangat terjal karena dikelilingi gunung, jalan yang licin tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk menelusuri pelosok desa ini,” ungkap Adda panggilan akrabnya.
Kami tahu bahwa tambah Asdar, banyak mahasiswa yang tidak ingin ditempatkan di desa ini tapi kami merasa senang karena masyarakatnya yang masih mengedepankan “Sipakalebbi, Sipakainge dan situasi seperti inilah memang yang sangat cocok guna mengabdikan diri pada masyarakat karena sejatinya Mahasiswa adalah masyarakat.
Lanjutnya, saya berharap kedepannya pihak Pemda bisa lebih memperhatian daerah ini karena ini masih bagian “bumi Panrita Kitta.
Diketahui bahwa di Desa Bonto Katute kini sudah ada dusun yang memiliki aliran listrik yakni Dusun Coddong itupun baru 1 tahun yang lalu. Dan masih banyak warga yang bergantung pada Jenset juga turbin tapi tidak semua warga menggunakan jenset/turbin dan mereka lebih banyak menggunakan pelita sebagai penerangan.