BERITABERSATU.COM, SINJAI — Di bawah terik matahari Kabupaten Sinjai, langkah kaki seorang pemimpin perempuan tampak begitu mantap menyusuri area Gedung Serbaguna Kantor Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Selasa (27/10/2026). Tanpa sekat dan jauh dari kesan protokoler yang kaku, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, memilih untuk hadir langsung di tengah-tengah warganya.
Kehadirannya hari itu bukan sekadar memenuhi agenda seremonial dinas. Dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Kahar Anies, serta Camat Bulupoddo, Ridwan Palo, Bupati Ratnawati datang membawa misi besar: memastikan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) melalui gerakan ANDALAN SEHATI benar-benar menyentuh nadi masyarakat paling bawah.
Bagi Ratnawati, kesehatan warganya adalah harga mati yang harus diperjuangkan lewat kerja nyata di lapangan, bukan sekadar laporan di atas meja kantor.
Gebrakan Ganda: Merangkul Rekor MURI dan Memburu Penyakit Tersembunyi
Hari itu, suasana Desa Lamatti Riaja mendadak riuh oleh antusiasme warga. Namun di balik kemeriahan tersebut, tersimpan misi kemanusiaan yang amat krusial. Pelaksanaan CKG dirangkaikan secara istimewa dengan pencanangan megah Rekor MURI Pemberian Obat Pencegahan Kusta (Kemoprofilaksis) sekaligus aksi masif penelusuran kasus tuberkulosis (tracing TB).
Penyakit seperti kusta dan TB selama ini kerap menjadi momok yang diselimuti stigma sosial. Banyak penderita memilih menyembunyikan gejalanya karena rasa malu atau takut dikucilkan. Menyadari hal ini, kegigihan pemerintah daerah diuji untuk memutus rantai penularan melalui pendekatan jemput bola yang masif.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Kahar Anies, mengungkapkan bahwa aksi hari ini hanyalah titik tolak dari komitmen panjang pemda untuk menyisir seluruh wilayah tanpa terkecuali.
“Tracing dan CKG tidak berhenti hari ini, tapi berlanjut ke 64 desa. Target per desa 100 orang warga,” ungkap dr. Kahar dengan nada penuh keyakinan.
Dengan menyasar 64 desa dan target ratusan warga di tiap titiknya, pemerintah daerah berpacu dengan waktu untuk mendeteksi potensi penyakit lebih dini sebelum terlambat.
Sentuhan Humanis Sang Srikandi: Mengikis Ketakutan Lewat Senyuman
Di tengah kerumunan warga yang antusias mengantre giliran pemeriksaan, Bupati Ratnawati tampak sabar menyapa satu per satu masyarakat yang hadir. Sesekali ia merangkul dan memberikan penguatan moril kepada warga lansia yang tampak cemas hendak menjalani pemeriksaan medis.
Bagi Ratnawati, pendekatan persuasif adalah kunci utama untuk meruntuhkan tembok keraguan warga terhadap fasilitas kesehatan. Ia menyadari bahwa rasa takut sering kali menjadi musuh terbesar dalam pencegahan penyakit. Oleh karena itu, kehadirannya secara langsung di lapangan menjadi suntikan moril tersendiri agar warga tidak merasa sendirian menghadapi masalah kesehatan.
“Dengan pemeriksaan ini, masyarakat Sinjai dapat terhindar dari berbagai penyakit karena penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tutur Hj. Ratnawati penuh kehangatan di sela-sela peninjauannya.
Ia terus mengingatkan warganya agar tidak menyepelekan gejala-gejala ringan. Deteksi dini, menurutnya, adalah bentuk ikhtiar terbaik demi menyelamatkan masa depan keluarga dari ancaman penyakit kronis.
Menyalakan Asa Menuju Sinjai Sehat yang Paripurna
Kegigihan yang ditunjukkan oleh Bupati Ratnawati Arif bersama jajaran Dinas Kesehatan Sinjai dan Puskesmas Bulupoddo memberikan pesan kuat bahwa negara hadir di setiap jengkal kehidupan masyarakatnya.
Pencanangan Rekor MURI kemoprofilaksis kusta bukan sekadar ajang mengukir prestasi administratif, melainkan sebuah momentum kebangkitan kesadaran kolektif. Sebuah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan yang berorientasi pada aksi nyata, jarak antara pemerintah dan rakyatnya kian lebur.
Kini, dari pelosok Bulupoddo hingga merata ke 64 desa di Bumi Panrita Kitta, secercah harapan baru telah dinyalakan. Warga Sinjai melangkah dengan kepala tegak—merdeka dari rasa takut, merdeka dari ancaman penyakit, menuju masa depan yang jauh lebih sehat dan bermartabat. (Adv)