BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kabar gembira buat masyarakat Sinjai yang kerap dibuat elus dada saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara! Tak lama lagi, ruas jalan protokol yang sering dikeluhkan rusak ini bakal disulap jadi mulus dan ciamik.
Pemerintah Pusat resmi mengucurkan anggaran khusus melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk merombak total jalan tersebut. Tidak main-main, penanganan sepanjang 1,8 kilometer ini akan menggunakan konstruksi beton kokoh lengkap dengan penataan dua jalur.
Kabar adem ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, H. Haris Achmad, dalam dialog interaktif OPD, Selasa (20/10/2026).
Haris mengonfirmasi bahwa proyek perbaikan jalan ini memasuki fase krusial dan dijadwalkan langsung action di lapangan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Jenderal Sudirman. Insyaallah, sepanjang 1,8 kilometer akan diperbaiki dengan konstruksi beton dua jalur,” ungkap Haris optimis.
Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap tender dan ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026. Pengerjaannya akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan.
Langkah menggaet dana pusat ini menjadi angin segar bagi percepatan infrastruktur di Sinjai. Maklum, dari total 1.038 kilometer jalan yang menjadi wewenang Pemkab Sinjai, sekitar 47 persen di antaranya masih dalam kondisi rusak dan butuh perhatian ekstra.
Di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas—ditambah kebijakan efisiensi anggaran nasional lewat Inpres Nomor 1 Tahun 2025—Pemkab Sinjai harus memutar otak agar perbaikan jalan tak mangkrak.
Peluang emas ini tak lepas dari respons cepat dan komunikasi intensif yang dibangun oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, bersama jajaran Kementerian PU untuk mengamankan kucuran dana IJD.
Melalui perbaikan Jalan Jenderal Sudirman, wajah Kota Sinjai dipastikan bakal makin tertata rapi. Selain memanjakan para pengguna jalan, infrastruktur beton yang kokoh ini diharapkan memangkas waktu tempuh serta memicu kebangkitan ekonomi warga setempat.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa penanganan ruas jalan rusak lainnya tetap akan dilanjutkan secara bertahap dengan skala prioritas berdasarkan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran. (ADV)