BERITABERSATU.COM, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait meluncurkan layanan Mobil Cinta di halaman RSD Balung, Kamis (8/10/2026). Peluncuran layanan transportasi gratis tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 2nd anniversary Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Jember.
Mobil Cinta merupakan layanan transportasi gratis yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengantarkan pasien dari keluarga kurang mampu yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit dan dinyatakan sehat serta diperbolehkan pulang oleh dokter.
Mobil Cinta secara khusus digunakan untuk membantu pasien yang sudah selesai mendapatkan perawatan agar dapat kembali ke rumah tanpa terbebani biaya transportasi.
Layanan ini menjadi salah satu pelengkap program pelayanan kesehatan yang telah dijalankan Pemkab Jember, termasuk UHC dan program Home Care.
Pemkab Jember menyiapkan sebanyak 38 unit Mobil Cinta yang ditempatkan di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemkab Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, kebijakan pelayanan kesehatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan kemiskinan.
Menurut Gus Fawait, Jember masih menghadapi persoalan kemiskinan secara absolut yang berada pada posisi kedua di Jawa Timur. Karena itu, menurutnya, perbaikan pelayanan dasar, khususnya bidang kesehatan, menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan.
“Angka kemiskinan secara absolut nomor dua di Jawa Timur. Maka untuk mengurai kemiskinan itu kita perlu memperbaiki pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan,” kata Gus Fawait.
Ia menyinggung pengalaman kebijakan kesehatan pada beberapa tahun sebelumnya yang menurutnya tidak selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak terhadap keuangan rumah sakit dan tenaga kesehatan.
“Akhirnya rumah sakit hutangnya banyak, nakesnya banyak yang tidak dapat gaji dan sebagainya,” ujarnya.
Gus Fawait mengatakan, ketika dirinya bersama jajaran pemerintahan baru dilantik pada awal 2025, pihaknya menghadapi sebuah kondisi yang dinilai sebagai paradoks.
Di satu sisi, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan gratis. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan tenaga kesehatan mendapatkan hak dan pelayanan yang baik.
“Ini adalah dua sisi pilihan yang harus sama-sama kita ambil,” katanya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemkab Jember kemudian memilih memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat sekaligus melakukan efisiensi anggaran.
Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan, menurut Gus Fawait, adalah membatalkan pengadaan kendaraan untuk organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk kendaraan untuk bupati.
“Pengadaan mobil-mobil untuk OPD termasuk Bupati kita batalkan,” ungkapnya.
Dari langkah tersebut, Pemkab Jember kemudian mendapatkan program UHC Prioritas pada awal April 2025.
Menurut Gus Fawait, melalui UHC tersebut, masyarakat Jember yang memiliki KTP Jember dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis di puskesmas maupun rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.
“Hari ini kita merayakan dua tahun UHC Pemkab Jember,” katanya.
Ia menyebut tidak semua kabupaten dan kota mendapatkan UHC Prioritas. Gus Fawait kemudian membandingkan kondisi fiskal Jember dengan Surabaya.
Menurutnya, meski APBD Jember sekitar Rp4,5 triliun, pemerintah daerah tetap berupaya memprioritaskan masyarakat kurang mampu agar mendapatkan akses pelayanan kesehatan melalui UHC Prioritas.
“Di Surabaya APBD-nya Rp12 triliun dapat UHC, sementara Jember walaupun APBD-nya Rp4,5 triliun kita bisa memprioritaskan masyarakat tidak mampu dengan mendapatkan UHC Prioritas,” pungkasnya. (Tahrir)