BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai sukses mencatatkan prestasi gemilang di panggung panggung regional. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri, Sinjai resmi dinobatkan sebagai daerah dengan realisasi APBD Semester I Tahun 2026 tertinggi di Sulawesi Selatan, menembus angka 50,97 persen.
Pengumuman membanggakan ini disampaikan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, dalam acara sosialisasi yang berlangsung di Hotel Gammara, Makassar, Sabtu (25/7/2026).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sinjai, Asdar Amal Dharmawan, mengungkapkan bahwa resep utama di balik pencapaian ini adalah keselarasan yang kuat antara perencanaan dan eksekusi di lapangan.
“Konsistensi antara perencanaan dan realisasi menjadi kunci utama sehingga Sinjai bisa berada di posisi pertama,” ujar Asdar.
Ia menambahkan, tingginya serapan anggaran ini didorong oleh komitmen pemenuhan pelayanan dasar masyarakat, seperti mempertahankan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) melalui premi BPJS Kesehatan, serta realisasi komponen belanja operasi dan belanja pegawai yang berjalan optimal di setiap perangkat daerah.
Merespons rapor hijau tersebut, Penjabat Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, tidak menyembunyikan rasa syukur dan bangganya. Ia menegaskan bahwa lompatan performa ini adalah bukti nyata dari tata kelola keuangan yang cepat, tepat, dan akuntabel.
“Alhamdulillah, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai. Angka 50,97 persen ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan bahwa program kemasyarakatan dan akselerasi pembangunan di Sinjai berjalan sesuai dengan treknya,” ungkap Ratnawati.
Bupati perempuan pertama dalam sejarah Sinjai ini juga melayangkan apresiasi tinggi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berani keluar dari zona nyaman demi mempercepat serapan anggaran. Menurutnya, perputaran anggaran yang cepat adalah stimulus utama penggerak ekonomi warga.
Kendati demikian, srikandi pemimpin Sinjai ini mengingatkan pasukannya untuk tidak terlena dengan tepuk tangan eksternal. Momentum emas ini harus tetap dijaga agar program prioritas daerah tetap berjalan optimal hingga akhir tahun anggaran.
“Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan. Kita harus tetap konsisten menerapkan prinsip money follow program agar setiap rupiah yang kita belanjakan benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga Sinjai,” pungkasnya tegas. (Adv)