Beritabersatu.com, Blitar – Hendi Budi Yuantoro, politisi PDI Perjuangan resmi dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada Selasa (21/07/2026).
Sebelum terjun total ke dunia politik praktis, Hendi merupakan seorang wartawan senior yang memiliki reputasi panjang di wilayah Blitar. Dedikasinya di dunia jurnalistik bahkan sempat mengantarkannya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar Raya.
Latar belakangnya yang matang di dunia pers menjadi modal penting bagi Hendi saat bertransformasi menjadi wakil rakyat. Pengalamannya bertahun-tahun di lapangan sebagai pemburu berita kini diuji kembali dalam merumuskan kebijakan dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di meja parlemen.
Hendi mengonfirmasi bahwa dirinya akan ditempatkan di Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, sebuah komisi yang membidangi sektor krusial termasuk pertanian dan ketahanan pangan. Sesuai dengan instruksi dan arah kebijakan PDI Perjuangan secara nasional, penguatan pangan akan menjadi prioritas utamanya dalam mengawasi dan mendorong program kerja daerah.
Menurut Hendi, penguatan sektor agraria lokal menjadi benteng pertahanan utama di tengah situasi ekonomi global yang serba tidak pasti saat ini.
”Fokus kami adalah ketahanan pangan. Kondisi ekonomi dunia saat ini masih dipenuhi tantangan besar, mulai dari konflik geopolitik atau perang, gejolak harga pangan, hingga fluktuasi nilai tukar dolar. Karena itu, masyarakat Blitar harus mampu berdikari, terutama melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas produksi pangan kita,” jelas Hendi.
Selain itu, dia juga menegaskan pentingnya merumuskan pola kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan media. Ia menilai, media tetap harus mempertahankan daya kritisnya, namun di sisi lain pemerintah juga perlu memberikan ruang agar ekosistem bisnis media tetap hidup.
”Saya sangat memahami kondisi teman-teman media saat ini. Jurnalis memang tetap harus kritis terhadap jalannya pemerintahan. Namun, ruang-ruang agar bisnis media tetap bisa berjalan juga perlu kita pikirkan bersama. Pembangunan daerah yang baik tidak akan pernah diketahui secara luas oleh masyarakat tanpa adanya peran penting dari jurnalis,” tutur Hendi.
Menariknya, momentum pelantikan ini mencatatkan namanya untuk kali kedua masuk ke jajaran parlemen Blitar melalui jalur yang sama. Rekam jejak Hendi di panggung politik ini terbilang unik, mengingat tidak banyak figur yang mencatatkan sejarah dua kali berturut-turut melenggang ke gedung dewan lewat mekanisme tersebut.
Menanggapi hal itu, Hendi dengan tegas menepis adanya spekulasi mengenai strategi politik tertentu yang ia mainkan di balik layar.
Baginya, realita ini merupakan kombinasi antara garis tangan dan loyalitas totalnya terhadap struktur partai. Ia menegaskan bahwa posisinya saat ini murni bentuk kepatuhan seorang kader terhadap keputusan organisasi berlambang banteng moncong putih tersebut.
”Kalau bicara soal keberuntungan, mungkin saya memang beruntung. Tetapi kalau ada yang mengira ini bagian dari strategi politik tertentu, saya tegaskan itu sama sekali tidak ada. Saya kembalikan lagi bahwa ini adalah perintah partai, dan saya sebagai petugas partai siap menjalankan saja,” ujar Hendi dengan nada optimis usai prosesi pelantikan.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai kader tulen, dirinya tidak pernah secara khusus mematok target atau berharap muluk-muluk untuk duduk di kursi DPRD melalui mekanisme PAW. Namun, ketika garis instruksi dari pimpinan partai sudah diturunkan, tidak ada kata lain baginya selain siap mengabdi.
”Saya sebagai kader partai, sebagai petugas partai, hanya menjalankan amanah yang diberikan. Sebenarnya saya pribadi tidak berharap (mekanisme) seperti ini, tetapi karena ini sudah menjadi tugas dan keputusan dari partai, saya siap menerima dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.
Jaga Komunikasi dan Apresiasi Pendahulu
Dalam kesempatan yang sama, Hendi juga menunjukkan kedewasaan berpolitiknya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada kolega separtainya, Suwondo, yang posisinya ia gantikan dalam prosesi PAW kali ini.
Sebagai sosok yang terbiasa membangun jaringan dan komunikasi yang luwes saat aktif di dunia kewartawanan, Hendi memastikan bahwa transisi jabatan ini berjalan dengan sangat harmonis. Ia sangat menghargai rekam jejak, kerja keras, dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Suwondo selama mengabdi sebagai wakil rakyat di Kabupaten Blitar.
”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wondo atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di DPRD dan untuk masyarakat Blitar. Perlu diketahui bersama, saya sama sekali tidak ada masalah pribadi dengan beliau. Semoga ke depan komunikasi dan silaturahmi kami tetap berjalan dengan baik,” pungkas Hendi.(zan)