BERITABERSATU.COM, SINJAI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sinjai, Fachriandi Matoa, berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan puluhan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Kecamatan Sinjai Barat. Komitmen tersebut ditegaskannya saat menggelar kegiatan reses masa sidang di Dusun Soppeng, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialogis ini dihadiri oleh ratusan warga Dusun Soppeng, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga Kepala Dusun Tonrong, Desa Terasa.
Dalam forum tersebut, infrastruktur jalan dan jembatan menjadi isu paling krusial yang disuarakan oleh masyarakat. Warga menilai, perbaikan akses transportasi sangat mendesak demi mendongkrak roda perekonomian dan pelayanan dasar di wilayah mereka.
“Aspirasita semua akan kami paripurnakan dan kami kawal, baik di tingkat daerah maupun hingga ke tingkat pusat,” tegas Fachriandi Matoa di hadapan warga.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Sinjai yang membidangi infrastruktur, legislator dari Fraksi Gerindra ini mencatat sedikitnya puluhan usulan prioritas dari masyarakat Dapil IV (Sinjai Barat–Sinjai Tengah).
Berdasarkan hasil serapan aspirasi, kebutuhan mendesak yang diajukan oleh masyarakat meliputi berbagai sektor vital, di antaranyabAkses Transportasi & Jembatan, dengan Pengecoran jalan penghubung Dusun Tonrong dan Dusun Soppeng (1 km), pemeliharaan jalan poros Desa Turungan Baji, pembangunan Jembatan Beton Batu Cidu, serta rehabilitasi Jembatan Beton Sungai Tangka.
Kemudian, Pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Kecamatan Sinjai Barat dengan Kecamatan Bonto Cani, Kabupaten Bone. Peningkatan jalan produksi pertanian untuk Kelompok Tani Bulu Marannu sepanjang 1 kilometer, serta pelatihan pengelolaan tanaman porang bagi warga Dusun Soppeng.
Selain itu, masyarakat juga meminta Pengadaan jaringan listrik menuju objek wisata Air Terjun Laliako di Dusun Tonrong, pembangunan Pustu di Dusun Tonrong, dan hibah pembangunan teras Masjid Al-Ikhlas. Serta Pelatihan keterampilan kerja bagi pemuda Sinjai Barat, serta dorongan prioritas bagi PPPK paruh waktu di Kabupaten Sinjai.
Kepala Dusun Tonrong yang turut hadir dalam kegiatan tersebut meminta agar pembangunan jalan dan jembatan penghubung antar-desa benar-benar dijadikan skala prioritas. Menurutnya, akses yang layak adalah kunci utama penunjang aktivitas harian warga.
Masyarakat Sinjai Barat berharap, lewat tangan dingin Fachriandi Matoa di parlemen, usulan-usulan ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan dapat direalisasikan secara bertahap oleh pemerintah daerah demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan warga. (Ads)