FacebookTwitterWhatsappEmail6.7KBERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai tampaknya enggan main-main dalam urusan data. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan), Pemkab Sinjai menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 untuk ketiga kalinya.Bertempat di Gedung Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai pada Kamis (9/4/2026) pagi, momen ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam membenahi kualitas data sektoral agar tidak lagi berbasis spekulasi.Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan bahwa akurasi data dari setiap perangkat daerah adalah harga mati. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, sehingga data yang menjadi fondasinya harus benar-benar valid.Ia mengingatkan bahwa tanpa data yang kuat, anggaran daerah justru berisiko terbuang sia-sia karena program yang tidak tepat sasaran.“Kebijakan tanpa data adalah spekulasi. Dan dalam pemerintahan hal itu berpotensi menimbulkan keborosan anggaran jika tidak berbasis data akurat,” tegas Andi Jefrianto di hadapan para pimpinan OPD.Lebih lanjut, Sekda menggarisbawahi bahwa setiap OPD wajib menghasilkan data yang konsisten dan selaras. Optimalisasi penyusunan metadata serta pengelolaan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.Ia berharap rakor ini menghasilkan langkah strategis yang konkret, terutama dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya agar target yang dipatok bisa tercapai dengan mulus.“Kami berharap seluruh tahapan persiapan ini dapat berjalan dengan lancar. Kita optimis penyelenggaraan statistik sektoral di Sinjai akan semakin berkualitas dan memberikan hasil yang terbaik bagi daerah,” tambahnya penuh harap.Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfosan Sinjai, Dr. Mansyur, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menetapkan langkah yang jelas, termasuk menentukan indikator dan parameter penilaian.Dengan kriteria yang terukur, kualitas dan keandalan data diharapkan meningkat tajam sehingga keputusan strategis daerah bisa diambil berdasarkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.“Kriteria penilaian akan menjadi dasar untuk menilai kualitas dan kehandalan data yang dihasilkan dalam statistik sektoral, sehingga keputusan dapat diambil berdasarkan informasi yang akurat,” ungkap Mansyur.Ambisi Pemkab Sinjai kali ini memang cukup besar, yakni mengejar nilai EPSS di angka 2,60 dengan predikat “Baik”. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan ditetapkan sebagai dua lokus utama yang menjadi rujukan penilaian.Proses panjang selama sembilan bulan pun telah menanti, mulai dari penilaian mandiri hingga pelaporan ke Kemenpan RB pada November mendatang, demi memastikan Sinjai naik kelas dalam urusan tata kelola data nasional. (Ads) EPSS 2026Sekda Sinjai FacebookTwitterWhatsappEmail redaksi previous post Anggota DPRD Luwu Utara H. Rusli Meninggal Dunia Usai Ikuti RDP, Diduga Serangan Jantung next post Tragedi di Balik Pelaminan: Pohon Tumbang Hantam Baruga Pesta, Ibunda Pengantin Berpulang You may also like Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Disdik Sinjai dan BBPVP... 26 Agustus 2026 Tembus Top 5 Sulsel, Sinjai Sukses Terapkan Full... 26 Agustus 2026 Dukung Lomba Teater SMP, Kadisdik Sinjai Tegaskan Pentingnya... 23 Agustus 2026 Gandeng Komite Sekolah, Disdik Sinjai Bakal Sosialisasi Kebijakan... 22 Agustus 2026 Pacu Ekonomi Daerah, Bupati Sinjai Ratnawati Arif Boyong... 20 Agustus 2026 Dinkes Sinjai Sabet Juara 2 Lomba Sipakatau QRIS... 19 Agustus 2026 Refleksi HUT ke-81 RI, Bupati Ratnawati Arif Tegaskan... 17 Agustus 2026 Di Bawah Nyala Obor TMP Mangottong, Pimpinan DPRD... 17 Agustus 2026 DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakati KUA-PPAS 2027 dan... 15 Agustus 2026 Ratusan Sepeda Hias Merah Putih “Invasi” Jalanan Sinjai... 15 Agustus 2026