FacebookTwitterWhatsappEmail29BERITABERSATU.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai tampaknya enggan main-main dalam urusan data. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan), Pemkab Sinjai menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 untuk ketiga kalinya.Bertempat di Gedung Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai pada Kamis (9/4/2026) pagi, momen ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam membenahi kualitas data sektoral agar tidak lagi berbasis spekulasi.Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan bahwa akurasi data dari setiap perangkat daerah adalah harga mati. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, sehingga data yang menjadi fondasinya harus benar-benar valid.Ia mengingatkan bahwa tanpa data yang kuat, anggaran daerah justru berisiko terbuang sia-sia karena program yang tidak tepat sasaran.“Kebijakan tanpa data adalah spekulasi. Dan dalam pemerintahan hal itu berpotensi menimbulkan keborosan anggaran jika tidak berbasis data akurat,” tegas Andi Jefrianto di hadapan para pimpinan OPD.Lebih lanjut, Sekda menggarisbawahi bahwa setiap OPD wajib menghasilkan data yang konsisten dan selaras. Optimalisasi penyusunan metadata serta pengelolaan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.Ia berharap rakor ini menghasilkan langkah strategis yang konkret, terutama dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya agar target yang dipatok bisa tercapai dengan mulus.“Kami berharap seluruh tahapan persiapan ini dapat berjalan dengan lancar. Kita optimis penyelenggaraan statistik sektoral di Sinjai akan semakin berkualitas dan memberikan hasil yang terbaik bagi daerah,” tambahnya penuh harap.Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfosan Sinjai, Dr. Mansyur, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menetapkan langkah yang jelas, termasuk menentukan indikator dan parameter penilaian.Dengan kriteria yang terukur, kualitas dan keandalan data diharapkan meningkat tajam sehingga keputusan strategis daerah bisa diambil berdasarkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.“Kriteria penilaian akan menjadi dasar untuk menilai kualitas dan kehandalan data yang dihasilkan dalam statistik sektoral, sehingga keputusan dapat diambil berdasarkan informasi yang akurat,” ungkap Mansyur.Ambisi Pemkab Sinjai kali ini memang cukup besar, yakni mengejar nilai EPSS di angka 2,60 dengan predikat “Baik”. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan ditetapkan sebagai dua lokus utama yang menjadi rujukan penilaian.Proses panjang selama sembilan bulan pun telah menanti, mulai dari penilaian mandiri hingga pelaporan ke Kemenpan RB pada November mendatang, demi memastikan Sinjai naik kelas dalam urusan tata kelola data nasional. (Ads) EPSS 2026Sekda Sinjai FacebookTwitterWhatsappEmail Ardin previous post Anggota DPRD Luwu Utara H. Rusli Meninggal Dunia Usai Ikuti RDP, Diduga Serangan Jantung You may also like Pemkab Sinjai Pertajam Layanan Home Care hingga ke... 8 April 2026 Demi Sinjai Terang, Bupati Ratnawati Kawal Listrik Kampung... 6 April 2026 Pemkab Sinjai Resmi Terapkan WFH Mulai Pekan Depan,... 4 April 2026 Ribuan PPPK Sinjai Sempat Ketar-ketir Soal Isu Pemberhentian,... 2 April 2026 Disdik Sinjai ‘Gaspol’ Sosialisasi SPMB 2026 Lewat Virtual,... 1 April 2026 Antrean Mengular di SPBU Mulai ‘Lega’, Bupati Sinjai:... 1 April 2026 Gaskeun! Kuota Bedah Rumah Sinjai Melonjak 2,5 Kali... 31 Maret 2026 Antrean BBM di Sinjai Mengular, Bupati Ratnawati Turun... 31 Maret 2026 Bupati Sinjai Serahkan LKPJ 2025 ke DPRD: Fokus... 30 Maret 2026 Pemilihan Duta Pelajar Perdana di Sinjai Jadi Wadah... 29 Maret 2026