BERITABERSATU.COM, JEMBER — Kabupaten Jember mencatatkan diri sebagai daerah dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi tercepat di wilayah Tapal Kuda dalam lima tahun terakhir.
Keberhasilan ini, menurut Bupati Jember Gus Fawait, dicapai melalui strategi inovatif tanpa harus menaikkan pajak, melainkan dengan optimalisasi potensi daerah dan digitalisasi sistem keuangan.
Komitmen terhadap pemerataan pembangunan juga menjadi fokus utama untuk menurunkan angka kemiskinan.
Penjelasan tersebut disampaikan Gus Fawait dalam acara diskusi ekonomi yang berlangsung di Mumbulsari, Kabupaten Jember, pada Selasa (7/4/2026). Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS, serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Bupati Gus Fawait menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember telah meningkat secara signifikan hingga 36 persen, sebuah pencapaian luar biasa mengingat hal ini diraih tanpa adanya kenaikan pajak atau retribusi daerah. “Kunci dari peningkatan PAD ini adalah digitalisasi pembayaran daerah yang berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi pendapatan,” ujar Gus Fawait.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan memfokuskan upaya pada penambahan kanal pembayaran digital di berbagai sektor. Langkah ini diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Jember juga memiliki target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 200 ribu jiwa melalui pemerataan pembangunan. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Jember.
Sektor pariwisata menunjukkan tren positif dengan kunjungan wisata yang meningkat signifikan di destinasi unggulan seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa potensi pariwisata Jember semakin dikenal dan diminati.
Untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, Kabupaten Jember juga merencanakan investasi besar, termasuk pembangunan rumah sakit dan pabrik pengalengan ikan. Investasi ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menghadapi potensi dampak El Nino, Pemerintah Kabupaten Jember juga memperkuat program bantuan sosial dan operasi pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan stabilitas ekonomi di tengah tantangan iklim global.
Dengan strategi yang terarah dan komitmen kuat, Jember optimis dapat terus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang cepat, sekaligus mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya. (Tahrir)