Revitalisasi Sekolah Jember Rampung 100 Persen, Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti

by Ardin
0 comments

Beritabersatu.com, Jember — Bupati Jember, Muhamad Fawait, menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di SMP Negeri 1 Balung. Kunjungan khusus tersebut dilakukan dalam rangka peresmian program Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Jember yang telah berhasil diselesaikan secara penuh atau 100 persen. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan di daerah yang memiliki penduduk terbanyak ke tiga di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Muhamad Fawait mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbanyak ke tiga di Jawa Timur, Jember juga menempati peringkat kedua dalam angka kemiskinan absolut dan menjadi daerah dengan kemiskinan ekstrem terbanyak di provinsi tersebut. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa kemiskinan ekstrem harus dientaskan dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah kabupaten berupaya mengatasi permasalahan ini melalui berbagai sektor, termasuk pendidikan.

“Bila dilihat dari sisi dinas pendidikan, data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jember bisa dibilang rendah. Saya kaget pada waktu itu bahwa jumlah gedung yang rusak berat di Jember mencapai 1.532 gedung sekolah. Itu belum termasuk yang rusak ringan dan sedang,” ujar Bupati Fawait di depan hadapan Mendikdasmen dan jajaran terkait.

Menurutnya, untuk memperbaiki jumlah gedung sekolah yang rusak tersebut, anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember sangatlah tidak cukup. Oleh karena itu, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan bantuan dari pusat. “Kami pergi ke Jakarta, kami ngamen bertemu Menteri dan Wakil Menteri, lalu menyampaikan bahwa kondisi pendidikan di Jember tidak baik-baik saja,” paparnya.

Setelah melakukan kunjungan ke Jakarta, Bupati Fawait segera memberikan instruksi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk melakukan perbaikan terhadap Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan pentingnya keakuratan data agar dapat menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kalau memang rusak, laporkan rusak. Kalau tidak punya laboratorium komputer, jangan memaksa dapur dijadikan laboratorium komputer,” tegas Bupati Fawait.

Setelah data Dapodik diperbaiki dan dibuat valid sesuai dengan kondisi sebenarnya, pihaknya kembali memohon bantuan revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Upaya tersebut memberikan hasil yang luar biasa. Kabupaten Jember yang biasanya hanya mendapatkan bantuan revitalisasi dalam kisaran 5 hingga 6 miliar rupiah, kini di era kepemimpinan Presiden Prabowo, berhasil mendapatkan bantuan terbesar dalam sejarah revitalisasi pendidikan di Indonesia tahun 2025.

“Di Indonesia tahun 2025, hanya Jember yang mendapatkan bantuan revitalisasi terbesar, dengan sekitar 124 gedung sekolah yang masuk dalam program ini,” ucapnya dengan bangga.

Bupati Fawait juga mengungkapkan bahwa tahun 2026 mendatang, Kabupaten Jember kembali mengajukan permohonan revitalisasi untuk memperbaiki sekitar 300 gedung sekolah sisa yang masih rusak. Ia berharap Mendikdasmen Abdul Mu’ti dapat merealisasikan permintaan tersebut agar upaya peningkatan infrastruktur pendidikan di Jember dapat berlanjut.

“Dengan adanya program revitalisasi, mudah-mudahan kualitas pendidikan di Jember menjadi lebih baik, IPM kita bisa meningkat, dan pada akhirnya pendidikan akan menjadi cara dalam jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan di Jember,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa tahun 2025 seluruh Indonesia telah merevitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan dengan anggaran sebesar 16,9 triliun rupiah, yang telah diselesaikan secara penuh 100 persen. Diantaranya, sebanyak 132 satuan pendidikan dari jenjang TK hingga menengah di Kabupaten Jember yang juga telah ditandatangani dan diresmikan pada acara tersebut.

“Ini merupakan bagian dari usaha kami dari kementerian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa tahun 2026 mendatang, program revitalisasi akan dilaksanakan dengan sistem swakelola. Sementara itu, anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah dialokasikan untuk 11.400 satuan pendidikan. Menurut arahan Presiden Prabowo yang disampaikan pada peringatan Hari Guru, akan ada penambahan 60 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi. Saat ini, proses pengajuan tambahan anggaran sedang dilakukan ke Kementerian Keuangan.

“Kalau nanti bisa ditambah 60 ribu, maka secara keseluruhan kita akan merevitalisasi sekitar 71 ribu satuan pendidikan. Harapan kami adalah secara bertahap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia sudah dapat kita revitalisasi,” jelasnya.

Menteri Abdul Mu’ti menambahkan bahwa untuk tahun 2026, proses verval permohonan revitalisasi sudah dilakukan secara online. Sistem swakelola yang akan diterapkan memiliki manfaat ganda, tidak hanya untuk perbaikan gedung sekolah tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi daerah.

“Karena yang bekerja adalah masyarakat setempat dan material bangunan juga dibeli dari toko setempat. Dengan kebijakan presiden tersebut, sekolah-sekolah dapat diperbaiki sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” paparnya.

Menurutnya, program revitalisasi ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak mengabaikan kualitas pendidikan di tanah air. “Terima kasih kepada Bupati Jember dan jajaran yang telah memberikan dukungan sehingga program revitalisasi sekolah tahun 2025 khususnya di Kabupaten Jember ini terlaksana dengan sukses dan selesai 100 persen,” ucapnya.

Selain revitalisasi gedung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga telah mendistribusikan sebanyak 286.680 Unit IFP (Infrastruktur Fasilitas Pendidikan) ke seluruh sekolah di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang berkualitas. (Tahrir)

You may also like