BERITABERSATU.COM, SINJAI – Setahun yang lalu, sebuah janji diikrarkan di bawah langit Sinjai. Pasangan Hj. Ratnawati Arif dan Andi Mahyanto Masda, yang akrab dengan akronim RAMAH, memulai langkah mereka untuk menakhodai Kabupaten Sinjai. Kini, setelah 365 hari berlalu, jejak kepemimpinan mereka bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan sebuah transformasi yang mulai dirasakan di tiap sudut desa hingga pusat kota.
Laju gerak pemerintahan RAMAH ibarat sebuah simfoni yang harmonis; memadukan ketegasan administratif dengan sentuhan empati yang tulus kepada rakyat.
Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 50 penghargaan tingkat Provinsi maupun Nasional berhasil diboyong ke Bumi Panrita Kitta sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa visi transformasi yang diusung pasangan RAMAH bukan sekadar jargon, melainkan kerja nyata yang menyentuh berbagai sektor vital mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan yang bersih.
Digitalisasi yang Membumi
Di bawah kepemimpinan RAMAH, Sinjai tak lagi gagap teknologi. Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Sinjai berhasil menyapu bersih penghargaan di ajang CHAPTER 2025 oleh Bank Indonesia. Bukan sekadar piala, digitalisasi ini menyasar kemudahan layanan publik. Kini, membayar pajak hingga urusan administratif di desa mulai beralih ke genggaman ponsel, memangkas birokrasi yang dulu dianggap berbelit.
Kesehatan: Antara UHC dan Senyum Pasien
Salah satu tonggak sejarah paling mengharukan adalah keberhasilan meraih UHC Awards 2026 Kategori Madya. Di balik piagam itu, ada ribuan warga Sinjai yang kini bisa bernapas lega karena biaya pengobatan bukan lagi beban yang menakutkan. Prestasi RSUD Sinjai yang meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari KemenPAN-RB pada Februari 2026 menjadi bukti bahwa integritas layanan kesehatan adalah harga mati bagi RAMAH.
Pendidikan yang Melampaui Batas
Dunia pendidikan Sinjai juga mencatat tinta emas. Dengan capaian SPM Tertinggi Kedua Nasional dan rekor Guru Tersertifikasi Gemini terbanyak di Indonesia, RAMAH membuktikan bahwa guru-guru di pelosok Sinjai mampu bersaing dengan pendidik di kota besar. Keberhasilan Humaera Azzahra dari SD 241 Ili yang menjadi finalis OSN Nasional menjadi simbol bahwa talenta muda Sinjai punya panggung untuk bersinar.
Budaya dan Ekonomi: Dari Karampuang hingga Minas
Kepemimpinan RAMAH tidak melupakan akar rumput. Di ajang API Awards 2025, Kampung Adat Karampuang dan minuman khas Minas naik kelas ke panggung nasional. Ini adalah bentuk diplomasi budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif yang digelorakan dari desa-desa.
Bupati Hj. Ratnawati Arif, dengan nada rendah hati namun tegas, memaknai setahun perjalanannya bukan sebagai perayaan kemenangan, melainkan tanggung jawab yang semakin besar.
“Setahun ini adalah tentang membangun pondasi. Kami memulai dengan niat untuk melayani, bukan dilayani. Setiap penghargaan, mulai dari WTP hingga Reformasi Birokrasi terbaik se-Sulawesi, adalah milik masyarakat Sinjai yang telah memberikan kepercayaan dan doanya kepada kami,” ungkap Hj. Ratnawati, sabtu (21/2/2023)
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi dengan Wakil Bupati Andi Mahyanto Masda. “Kami berbagi peran, namun satu tujuan: memastikan tidak ada warga Sinjai yang merasa ditinggalkan oleh pemerintahnya.” Pungkasnya
Meski telah meraih predikat Peringkat 4 Kabupaten Termaju di Sulsel versi BRIN, pasangan RAMAH tampak belum ingin berpuas diri. Tantangan ekonomi global dan tuntutan inovasi yang kian cepat menanti di depan mata. Namun, dengan modal SPIP Level 3 dan tata kelola keuangan yang bersih, Sinjai di bawah RAMAH sedang berlari menuju masa depan yang lebih cerah, lebih adil, dan tentu saja, lebih ramah bagi semua.
Satu tahun memang baru sebuah permulaan. Namun, di Bumi Panrita Kitta, harapan itu kini telah menemukan bentuknya yang paling nyata: sebuah pengabdian yang tulus. (Ads)