BERITABERSATU.COM, LUWU UTARA – Andi Zulkarnaen resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Kabupaten Luwu Utara. Usai menerima amanah dari Bupati Andi Abdullah Rahim, Zulkarnaen menyatakan kesiapannya menjalankan tugas dan tanggung jawab barunya.
“Siap! Karena amanah adalah harga diri,” tegas Zulkarnaen usai pelantikan.
Pelantikan tersebut menandai babak baru kepemimpinan di tubuh Diskominfo Kabupaten Luwu Utara. Zulkarnaen bukan sosok baru di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis pada era bupati sebelumnya. Sebelum dipercaya memimpin Diskominfo, ia menjabat sebagai Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Sebagai Kepala Diskominfo, Zulkarnaen diharapkan mampu mendorong akselerasi pelayanan publik, khususnya dalam sektor transformasi digital dan keterbukaan informasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Diskominfo memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pemerintah daerah dalam mengelola informasi, komunikasi publik, statistik, serta keamanan persandian.
Ia juga dituntut untuk mengoptimalkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), meningkatkan literasi digital masyarakat, serta memastikan arus informasi pembangunan tersampaikan secara cepat dan akurat guna menangkal penyebaran hoaks.
Dalam struktur organisasi Diskominfo, terdapat Bidang Hubungan Masyarakat, Informasi, dan Komunikasi Publik (Humas IKP) yang menjadi wajah pemerintah daerah dalam membangun reputasi dan menjaga citra positif di ruang publik.
“Tugas ini adalah amanah yang besar bagi kami. Insya Allah, kami siap melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Kami juga membutuhkan bimbingan dari kadis-kadis sebelumnya, karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami butuh sharing untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Sebelumnya, jabatan Kadis Kominfo pernah diemban sejumlah pejabat, di antaranya Arief R. Palallo yang menjabat di dua era bupati, kemudian Nursalim, serta Ritha Ikhsan pada era Bupati Luthfi A. Mutty saat nomenklatur instansi tersebut masih bernama Kantor Informasi dan Komunikasi.
Dengan pengalaman birokrasi yang dimiliki, Zulkarnaen diharapkan mampu membawa Diskominfo semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi publik di era digital. (Kaisar)