Wahai Penderita Mata Juling Tak Perlu Menepi, JEC ORBITA Akan Buat Anda Melihat Wajah Dunia dengan Jelas Agar Percaya Diri

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, MAKASSAR – RS Mata JEC ORBITA hadir bagi penderita mata juling (strabismus). Penderita mata juling ini membuat rasa tidak percaya diri. Bahkan menarik diri dari lingkungan sosial karena tatapan mata yang tidak selaras.

Oleh karena itu RS Mata JEC ORBITA solusi bagi penderita penyakit ini. Apalagi di Hari Ulang Tahun ke-25 JEC ORBITA telah mengemas program perdana Bakti Sosial Operasi Mata Juling Gratis. Baksos ini akan digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-25 JEC ORBITA.

Penting untuk diketahui jika bakti sosial ini. Hanya menargetkan lima pasien strabismus untuk mendapatkan operasi korektif tanpa biaya. Bagi para penerima manfaat, tindakan ini bukan sekadar prosedur medis melainkan peluang untuk memulai hidup dengan rasa percaya diri yang baru.

Pasalnya bagi sebagian orang, mata juling (strabismus) bukan hanya persoalan medis. Kondisi ini kerap meninggalkan luka yang tak terlihat: rasa minder, sulit menatap lawan bicara, hingga stigma sosial yang melekat sejak masa kanak-kanak.Dan perihal ini lebih dari Gangguan Penglihatan

Dokter Subspesialis strabismus JEC ORBITA @ Makassar, dr. Vita Rahayu, Sp.M, menjelaskan bahwa strabismus tidak hanya berdampak pada fungsi visual, tetapi juga psikologis pasien.

“Penderita Strabismus sering kali memengaruhi rasa percaya diri karena stigma yang masih ada di masyarakat. Padahal kondisi ini dapat ditangani. Operasi korektif terbukti mampu meningkatkan fungsi visual sekaligus kualitas hidup pasien,” jelasnya, Kamis (12/2/2026).

Menurut , dr. Vita Rahayu, Sp.M bahwa scara medis, strabismus terjadi akibat gangguan koordinasi antara otak, otot, dan saraf penggerak bola mata sehingga kedua mata tidak bergerak selaras. Dampaknya bisa berupa penglihatan ganda hingga terganggunya kemampuan melihat secara binokular.

dr. Vita Rahayu menyebutkan berdasarkan data global dari penderita tersebut. Itu hampir 148 juta orang di dunia hidup dengan strabismus. Sejumlah penelitian bahkan mencatat bahwa penderitanya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sosial akibat kesulitan menjaga kontak mata saat berkomunikasi.

“Nah dengan adanya tindakan operasi terbukti memberikan perubahan signifikan, baik dari sisi fungsi penglihatan maupun aspek psikososial. Inilah sebuah kabar baik. Dan tercatat ada 1.000 Pasien Katarak Telah Dibantu. ” Kita juga tidak hanya fokus pada strabismus, JEC ORBITA juga melanjutkan komitmennya melalui program bakti sosial operasi katarak yang telah berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dr. Vita Rahayu menuturkan bahwa sejak JEC ORBITA berdiri, lebih dari 1.000 pasien katarak telah mendapatkan kembali penglihatan mereka melalui program ini.

Sementara Ketua Panitia HUT ke-25 JEC ORBITA, dr. Sultan Hasanuddin, Sp.M, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan 30 penerima manfaat, terdiri dari 25 pasien katarak dan 5 pasien strabismus.

“Peserta yang telah tercatat, itu melalui proses skrining ketat dan pemeriksaan medis menyeluruh. Kami memastikan setiap pasien berada dalam kondisi optimal sebelum operasi. Keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Tak berhenti pada tindakan operasi, para pasien juga mendapatkan pendampingan pascaoperasi hingga masa pemulihan, seluruhnya tanpa dipungut biaya.

Merayakan 25 Tahun dengan Aksi Nyata

Direktur Utama JEC ORBITA @ Makassar, Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K), menegaskan bahwa peringatan 25 tahun bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat komitmen sosial.

“Di usia yang ke 25 tahun artinya, kita mempertegas komitmen untuk terus hadir. Nah bagi masyarakat. Sejalan dengan visi JEC Group dalam mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup, kami ingin semakin banyak orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar di dunia, meski sebenarnya dapat disembuhkan melalui operasi. Tantangannya, tidak semua pasien memiliki akses atau kemampuan finansial untuk menjalani tindakan tersebut.

Melalui program bakti sosial ini, JEC ORBITA berharap dapat menghadirkan lebih dari sekadar layanan medis. Bagi para pasien, ini adalah kesempatan kedua untuk melihat dunia dengan lebih jelas, menatap masa depan dengan optimisme, dan kembali menjalani hidup secara produktif tanpa bayang-bayang stigma. (*)

Editor : Ishak Mappelawa

You may also like