BERITABERSATU.COM, KABUPATEN MALANG – Desa Wadung kini tengah bersiap menyulap Gunung Katu menjadi destinasi wisata alam unggulan yang memadukan petualangan, sejarah, dan inklusivitas. Mengusung nama “Lembah Ken Arok”, kawasan ini diproyeksikan menjadi “permata baru” pariwisata di Kabupaten Malang.
Kepala Desa Wadung, Mahyudin, mengungkapkan bahwa rencana besar ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemerintah Desa (Pemdes) Wadung, Pemkab Malang, dan Perhutani. Meski status lahan merupakan milik Perhutani, kerja sama pengelolaan telah dikantongi demi kesejahteraan masyarakat desa.
Berbeda dengan destinasi alam pada umumnya, Lembah Ken Arok dirancang dengan konsep yang matang. Mahyudin menjelaskan bahwa fokus utama tetap pada pelestarian lingkungan.
“Awalnya kami fokus pada mitigasi bencana melalui penghijauan. Namun, kami melihat potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata pendakian, off-road, hingga wisata ramah difabel,” ujar Mahyudin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/01/2026).
Pemanfaatan ini nantinya akan dikelola melalui BUMDES, sehingga diharapkan mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berkelanjutan.
Salah satu poin unik dari Gunung Katu adalah jalurnya yang dinilai ramah bagi pendaki pemula dan penyandang disabilitas. Berdasarkan survei dari organisasi LINKSOS, gunung dengan ketinggian 705 mdpl ini memiliki medan yang aman untuk pelatihan pendakian inklusif.
Tak hanya soal fisik, sisi sejarah juga menjadi daya tarik utama. Nama “Lembah Ken Arok” diambil untuk memperkuat narasi budaya yang melekat di kawasan tersebut.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama menjaga kelestarian budaya dan meningkatkan nilai edukasi bagi pengunjung,” tambah Mahyudin.
Langkah serius ini telah mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak. Dua minggu lalu, Bupati Malang bersama Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, serta komunitas lingkungan dan mahasiswa (UB & ITN), telah melakukan penanaman ratusan pohon di lokasi tersebut sebagai bentuk mitigasi bencana sekaligus pembukaan jalan menuju pengembangan wisata.
Meski potensi sudah di depan mata, Mahyudin mengakui masih ada ganjalan, yakni akses jalan menuju lokasi yang memerlukan perhatian khusus.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar akses jalan segera diperbaiki, sehingga wisatawan bisa berkunjung dengan nyaman,” pungkasnya.
Reporter: Yanti