Sabet Penghargaan UHC Tingkat Madya, Jaminan Kesehatan Sinjai Diakui Terbaik di Level Nasional

by Ardin
0 comments

 

BERITABERSATU.COM, JAKARTA – Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sinjai langsung tancap gas dengan mengukir prestasi di level nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Ratnawati Arif dan Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda, Kabupaten Sinjai resmi dianugerahi penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Tingkat Madya.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dalam prosesi megah di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Capaian ini menjadi bukti nyata kecepatan eksekusi visi-misi pasangan Ratnawati-Mahyanto dalam memberikan perlindungan sosial. Menko Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa UHC Awards bukanlah sekadar pajangan di lemari prestasi, melainkan indikator bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“UHC Awards adalah bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan jaminan kesehatan bagi masyarakat kecil. Ini adalah langkah konkret perlindungan negara terhadap rakyatnya,” tegas sosok yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, yang hadir mewakili Bupati, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Ia didampingi oleh Kadis Kesehatan dr. Emmy Kartahara Malik dan Kepala BPJS Kesehatan Sinjai, Aswin Agustiansyah.

Andi Jefrianto memaparkan data yang cukup impresif. Saat ini, cakupan kesehatan di Kabupaten Sinjai telah mencapai angka 98,33 persen. Sementara itu, tingkat keaktifan peserta berada di angka 85,80 persen—sebuah angka yang hampir menyentuh target sempurna.

“Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sinergi luar biasa selama ini. Penghargaan ini menjadi pengingat agar upaya kita mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif di Sinjai terus berjalan optimal,” tutur Andi Jefrianto.

Keberhasilan ini menempatkan Sinjai di jajaran 397 kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai memiliki komitmen baja dalam memperluas perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, memberikan apresiasi khusus bagi kepala daerah yang memiliki visi keberpihakan pada akses kesehatan setara. Menurutnya, UHC bukan sekadar angka kepesertaan, melainkan wujud nyata perlindungan warga dari risiko finansial akibat masalah kesehatan.

Bagi masyarakat Sinjai, prestasi ini menjadi “kado manis” sekaligus jaminan bahwa di bawah kepemimpinan saat ini, akses layanan kesehatan yang mudah dan gratis bukan lagi sekadar janji, melainkan kenyataan yang terukur. (Ads)

 

You may also like