BERITABERSATU.COM, MALANG – Cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Malang Barat. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Rabu (21/1) malam memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Jalur provinsi yang menghubungkan Malang dan Kediri sempat lumpuh total akibat tertutup material longsor dan banjir luapan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan situasi cukup kritis terjadi di Kecamatan Pujon. Tidak tanggung-tanggung, material tanah dan batu runtuh dari tebing setinggi 30 meter dengan lebar 10 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa sebaran longsor di Pujon merata di tiga titik utama, yakni Dusun Talasan, Desa Sukomulyo, Jalan Raya Mantung, dan Jalan Bendosari.
“Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan provinsi. Arus lalu lintas dari Pujon menuju Kasembon maupun arah Kediri terganggu cukup parah,” ujar Sadono saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Bencana tidak hanya berhenti di jalan raya. Di Kecamatan Kasembon, tepatnya di Dusun Slatri, Desa Pait, sebuah tebing setinggi 7 meter ambrol sekitar pukul 19.00 WIB.
Nahas, material longsoran yang bercampur air meluap hingga masuk ke pemukiman. Satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan di bagian garasi. Beruntung, empat jiwa yang menghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari BPBD, PMI, TNI/Polri, hingga relawan masih berjibaku di lapangan, melakukan penanganan darurat diantaranya Pembersihan Jalur dengam alat berat untuk membuka kembali akses jalan provinsi agar mobilitas logistik dan warga tidak terhenti lama.
Kemudian Pemasangan Terpal di titik-titik bekas longsoran untuk mencegah air hujan meresap kembali yang berisiko memicu longsor susulan, dan Karya Bakti. Pembersihan total akan dilanjutkan pada Kamis (22/1) pagi melibatkan warga setempat.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, mengingat cuaca yang masih tidak menentu, Sadono mengimbau warga dan pengendara yang melintasi kawasan perbukitan untuk tetap waspada.
“Kami minta masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun lebih dari dua jam tanpa henti,” tutupnya. (Yanti)