BERITABERSATU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang langsung bergerak cepat mengoptimalkan pemanfaatan bantuan 200 unit becak listrik yang baru saja diturunkan oleh Presiden RI. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menyediakan moda transportasi ramah lingkungan, melainkan untuk memperkuat sektor pariwisata yang kini menjadi fokus utama pembangunan kota.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa keberadaan becak listrik ini akan memberikan nilai tambah positif, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana Kota Malang. “Selain disebut sebagai kota pelajar, kota Malang ini juga termasuk kota pariwisata, dan banyak sekali turis asing yang datang ke Kota Malang, turis lebih memilih naik becak karena bisa menikmati suasana objek-objek wisata,” jelas Wahyu pada Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah strategis, Pemkot Malang berencana membentuk paguyuban pengemudi becak listrik. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat koordinasi sekaligus menciptakan kebersamaan antar pengemudi dalam mengoperasikan armada yang kini jauh lebih modern.
Wahyu berharap wadah ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif. “Agar tercipta kebersamaan di antara mereka. Apabila ada kendala, paguyuban inilah yang menjadi wadah komunikasi,” ucapnya.
Terkait kenyamanan penumpang, Wahyu menambahkan bahwa regulasi mengenai tarif sedang dipersiapkan secara matang. Pemkot Malang memastikan ke depan tarif becak listrik akan ditetapkan secara resmi dan seragam melalui kajian mendalam.
“Untuk kajian penetapan tarif kami akan melibatkan forum lalu lintas, perguruan tinggi, PHRI, serta pelaku travel. Tarif akan ditetapkan berdasarkan jarak tertentu agar seragam dan tidak terjadi tarik-menarik harga,” tandas Wahyu.
Mengenai wilayah operasional, fokus utama akan diarahkan pada kawasan wisata unggulan yang selama ini menjadi magnet kunjungan. Sejumlah destinasi seperti Kayutangan Heritage dan Alun-Alun Malang akan diprioritaskan sebagai titik operasional utama.
“Sementara becak listrik ini difokuskan untuk wisata. Sedangkan titik-titik wisata yang ada akan kami prioritaskan, seperti Kayutangan Heritage dan Alun-Alun Malang,” terangnya.
Pemanfaatan transportasi modern ini juga diharapkan menjadi pendukung utama bagi berbagai agenda besar yang telah dirancang oleh pemerintah daerah. Wahyu menyambungkan, “Dengan 1.000 event yang kami punya, becak listrik ini diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menikmati Kota Malang dengan seluruh fasilitas yang tersedia,” tutupnya. (Yanti)