BERITABERSATU.COM, SINJAI – Kepedulian mendalam ditunjukkan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, terhadap warganya. Berawal dari secarik kertas berisi permohonan pinjam beras yang viral di media sosial, orang nomor satu di Bumi Panrita Kitta ini langsung menginstruksikan aksi kemanusiaan besar-besaran untuk menjangkau warga prasejahtera di pelosok Kecamatan Bulupoddo, Selasa (13/01).
Kejadian ini bermula saat sebuah foto tulisan tangan menyebar luas di jagat maya. Dalam surat jujur tersebut, seorang warga mengaku telah tujuh hari tidak makan nasi dan hanya mengonsumsi sayur demi bertahan hidup. “Tapinjamka lagi berasta 7 kilo… sakitki Rifki, nda ada berasku,” tulis warga tersebut.
Mendengar kabar memilukan ini, Bupati Hj. Ratnawati Arif tidak tinggal diam. Ia segera mengambil langkah tegas dengan mengomandoi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan intervensi darurat.
“Saya telah menginstruksikan tim untuk segera memvalidasi dan memastikan bantuan logistik sampai saat ini juga. Kita tidak ingin ada warga Sinjai yang kekurangan pangan, apalagi di tengah kondisi keluarga yang sedang sakit,” tegas Hj. Ratnawati Arif.
Menindaklanjuti instruksi cepat Bupati, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sinjai bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) langsung terjun ke lokasi di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.
Bantuan komprehensif diserahkan langsung kepada pasangan suami istri, Katenni dan Rizki. Kehadiran tim gabungan ini merupakan wujud nyata dari visi Bupati dalam memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi, Logistik Lengkap berupa Beras, minyak goreng, telur, lauk-pauk, hingga makanan siap saji. Kemudian Fasilitas Tidur, seperti Kasur lipat dan selimut untuk meningkatkan kenyamanan tinggal, serta Dukungan Finansial, berupa Uang tunai untuk membantu kebutuhan mendesak keluarga.
Bupati Hj. Ratnawati Arif juga menekankan bahwa penanganan ini tidak boleh berhenti pada pemberian sembako saja. Ia meminta langkah berkelanjutan, termasuk kepada Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan “Rizki” yang dilaporkan sedang sakit.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sinjai, Burhan Syamsuddin, yang memimpin lapangan, menyatakan bahwa aksi kolaboratif ini adalah instrumen jaring pengaman sosial yang diharapkan Bupati terus berkelanjutan.
Langkah responsif Bupati Sinjai ini menuai apresiasi luas dari masyarakat. Hal ini dianggap sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah (negara) yang peka terhadap jeritan hati warga, bahkan dari pelosok terdalam sekalipun. (*/ads)