PEMALANG,BB – Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Desa Sokowati, Kecamatan Ampelgading dan Desa Payuh Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Penantian untuk memiliki akses penyebrangan kini terwujud. Setelah Jembatan Gantung Bantaragung yang membentang diatas kali Comal diresmikan, Rabu (1/4/2026).
Peresmian jembatan gantung sepanjang 162 meter ini dilakukan langsung oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat. Disaksikan Danrem 071/Kolonel Inf Lukman Hakim,BBPJN Jawa Tengah, Iqbal Tamher, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif.
Kehadiran jembatan gantung Bantaragung ini menjadi titik balik bagi roda ekonomi dan warga dari dua desa tersebut yang selama ini harus memutar jauh atau menggunakan cara manual untuk menyeberang.

Tampak antusias warga menyambut kedatang Pangdam IV Diponegoro bersama rombongan di acara peresmian jembatan gantung Bantaragung di Kabupaten Pemalang
Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI dalam membantu pemerintah membuka akses di daerah terpencil.
“Kami telah memulai pembangunan puluhan jembatan di Jawa Tengah. Harapannya, akses masyarakat semakin lancar sehingga dapat mendorong pertumbuhan wilayah,” jelasnya.
Sementara itu Kepala BBPJN Jawa Tengah dan DIY, Iqbal Tamher, berharap jembatan gantung baru diresmikan itu dapat dijaga dan dirawat bersama-sama agar manfaatnya berkelanjutan.
“Masih banyak wilayah di Kabupaten Pemalang yang membutuhkan perhatian. Ini adalah hasil kolaborasi antara Kementerian PU, TNI, dan pemerintah daerah,” katanya.
Dikesempatan itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengatakan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting dalam mendukung mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan dasar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pangdam IV/Diponegoro dan BBPJN Jawa Tengah dan DIY. Bantuan ini tidak hanya di sini, tetapi juga di beberapa titik lain seperti jembatan Bailey dan material armco,” ujarnya.
Bupati berharap kolaborasi antara Pemda, TNI, Polri, dan Kementerian PUPR terus berlanjut guna mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Salah seorang warga Dusun Kalilanang, Nurhayati, mengaku senang dan bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, akses yang sebelumnya sulit sekarang menjadi lebih mudah dan aman.
“Semoga jembatan ini bermanfaat bagi warga Desa Sokawati dan Dusun Kalilanang Desa Payung. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI,” ujarnya.(*)