Gus Tamim Kenalkan Greenhouse Sederhana kepada Petani di Blitar

by Editor Muh. Asdar
0 comments

Beritabersatu.com, Blitar – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Ahmad Tamim atau Gus Tamim, menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dipadukan dengan sosialisasi pertanian greenhouse skala kecil bagi petani di Kabupaten Blitar, Rabu malam (1/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Wisata Edukasi Kampung Coklat ini menjadi momentum mempererat silaturahmi usai Hari Raya sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan dari lingkungan keluarga.

Dalam agenda tersebut, peserta memperoleh pemahaman teknis mulai dari cara membuat greenhouse sederhana, menentukan bibit unggulan, hingga teknik perawatan tanaman yang efisien. Tidak hanya teori, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung dan sesi diskusi interaktif terkait kendala yang kerap dihadapi dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

Acara ini turut dihadiri pengurus ranting Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Kabupaten Blitar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Kehadiran mereka menjadi indikasi dukungan terhadap upaya pemberdayaan petani lokal yang diinisiasi Gus Tamim.

Dalam keterangannya, Gus Tamim menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang aplikatif bagi masyarakat.

“Hari ini kami menggelar acara Halal Bihalal sekaligus sosialisasi greenhouse skala kecil bagi petani lokal di Kabupaten Blitar. Kami mengajak para kader PKB hingga tingkat RT untuk mulai menanam sayur-sayuran, lombok, dan tanaman lainnya di sekitar pekarangan rumah,” kata Gus Tamim kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan pekarangan merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, penggunaan greenhouse skala kecil dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus melindungi tanaman dari cuaca ekstrem yang kerap terjadi.

“Dengan metode sederhana seperti greenhouse, produksi bisa meningkat dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Tamim menyampaikan bahwa gerakan menanam di lingkungan rumah menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ia berharap partisipasi masyarakat dapat menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Harapan kami, dengan gerakan menanam tanaman ketahanan pangan di lingkungan rumah, maka kesehatan dan kesejahteraan masyarakat akan selalu terjaga. Dengan cara ini, gerakan Indonesia menjaga ketahanan pangan nasional bisa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pemberdayaan pertanian berbasis rumah tangga di Kabupaten Blitar. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program berjalan optimal.

“Kami akan terus mendorong program-program serupa demi kesejahteraan masyarakat Blitar. Sinergi antar pemangku kepentingan penting agar program ini berjalan optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Suparman (45), petani asal Kecamatan Sanankulon, mengaku termotivasi setelah mengikuti sosialisasi tersebut.

“Materinya mudah dipahami. Kami jadi tahu bagaimana membuat greenhouse sederhana dan memilih bibit yang tepat. Semoga setelah ini bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen dari pekarangan juga dinilai memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik. (Zan)

You may also like