PLN Bulukumba & KPPU Gandengan Tangan Demi Bisnis yang ‘Sehat’ dan Transparan

by Editor Muh. Asdar
0 comments

BERITABERSATU.COM, BULUKUMBA – Di tengah tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi, PT PLN (Persero) UP3 Bulukumba tak mau main-main dalam urusan integritas. Bukan sekadar soal kabel dan trafo, kali ini PLN fokus memperkuat “imunitas” perusahaan dari praktik bisnis yang tidak sehat.

Bertempat di kantor PLN UP3 Bulukumba pada Selasa (31/3), PLN menggelar sesi deep dive bertajuk Sosialisasi Potensi dan Mitigasi Pelanggaran Praktik Monopoli serta Persaingan Usaha. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PLN ingin memastikan ekosistem energi di wilayahnya berjalan di atas jalur yang adil dan sesuai aturan main.

Tak tanggung-tanggung, PLN menghadirkan Hasiholan Pasaribu, S.H., M.H., Plt Kepala Kanwil VI KPPU, untuk membedah tuntas apa saja celah yang bisa menjerat pelaku usaha dalam pusaran monopoli.
Hasiholan menekankan bahwa paham regulasi bukan lagi sekadar “opsi”, melainkan fondasi wajib.

Menurutnya, perusahaan yang taat aturan bukan hanya aman dari jeratan hukum, tapi juga punya nilai jual lebih di mata publik.

“Kepatuhan terhadap regulasi persaingan usaha adalah kunci untuk membangun ekosistem bisnis yang adil dan berkelanjutan,” tegas Hasiholan di hadapan para insan PLN.

Manajer PLN UP3 Bulukumba, Ridjal Abdul Rasyid, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat Good Corporate Governance (GCG). PLN ingin seluruh operasionalnya bersih dari praktik-praktik yang merugikan persaingan usaha.

Ia pun menekankan beberapa poin penting yang harus dijaga, yakni Transparansi, Profesionalitas, dan Layanan yang Adil, dengan memastikan distribusi energi yang andal tanpa diskriminasi.

Dengan langkah proaktif ini, PLN UP3 Bulukumba membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada terangnya lampu di rumah warga, tetapi juga “terangnya” integritas di balik meja kerja. (**)

You may also like