Aksi Manager PLN Tanete, Kedepankan Cara Humanis Atasi Masalah Tunggakan Listrik Warga

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, BULUKUMBA – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan potongan video petugas PLN yang menagih tunggakan listrik di kediaman salah satu warga di Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale. Merespons beragam reaksi netizen, PLN ULP Tanete memilih cara yang tidak biasa, mereka mendatangi langsung pelanggan dengan pendekatan hati ke hati.

Manager PLN ULP Tanete, Ira Indira Sari, didampingi Team Leader K3LK, mengunjungi kediaman Hj. Linda di Dusun Lemponge pada Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah diplomasi humanis untuk meluruskan benang kusut informasi yang telanjur beredar.

Ternyata, pemicu masalah ini adalah tunggakan pada kWh meter di lokasi usaha milik pelanggan yang berada di Dusun Kacibo, berbeda lokasi dengan rumah tinggalnya. Jarak geografis inilah yang sempat memicu celah komunikasi.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami hadir untuk memastikan pelanggan paham seutuhnya soal hak dan kewajiban. Dialog pribadi ini adalah jalan damai agar prosedur dipahami dengan baik,” ujar Ira Indira Sari.

Ira juga menegaskan bahwa masalah tersebut kini telah clear dan selesai secara kekeluargaan. Ia mengimbau masyarakat untuk bijak dan tidak lagi menyebarluaskan video terkait demi menjaga kenyamanan bersama.

Agar tidak terjadi “drama” serupa di kemudian hari, PLN kembali mengingatkan aturan main bagi pelanggan pascabayar (meteran analog), diantaranya Waktu Bayar, Mulai tanggal 2 hingga paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Serta Risiko Lewat tanggal 20? Siap-siap terkena denda keterlambatan hingga potensi pemutusan sementara.

Hj. Linda sendiri telah menunjukkan itikad baik dengan melunasi seluruh kewajibannya pada 25 Maret 2026. Pihak PLN pun memberikan apresiasi tinggi atas kooperasi yang ditunjukkan pelanggan.

Sebagai penutup, PLN mengajak warga Bulukumba untuk beralih ke gaya hidup digital. Lewat aplikasi PLN Mobile, urusan cek tagihan, bayar listrik, hingga komplain gangguan bisa dilakukan sambil rebahan.

“Lewat komunikasi terbuka seperti ini, kami ingin membangun kepercayaan. PLN bukan cuma soal kabel dan listrik, tapi soal hubungan harmonis dengan masyarakat,” pungkas Ira. (**)

You may also like