BERITABERSATU.COM, BULUKUMBA – Bulan Ramadhan selalu punya cara tersendiri untuk menebar kebaikan. Jika biasanya PLN identik dengan urusan listrik, kali ini PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulukumba menunjukkan sisi humanis yang bikin adem.
Rabu (11/3/2026), suasana Aula Kantor PLN UP3 Bulukumba mendadak hangat dan penuh haru. Pegawai PLN berkumpul bersama masyarakat dalam tajuk “Berbagi Kebahagiaan Ramadhan”. Ini bukan sekadar acara buka puasa bersama, melainkan aksi nyata kepedulian yang dirangkum dalam berbagai bantuan inspiratif.
Dibalik aksi ini, ada cerita menarik soal solidaritas pegawai. Asisten Manajer Transaksi Energi PLN UP3 Bulukumba, M. Ramli Machfud, mengungkapkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari zakat penghasilan pegawai yang disisihkan sebesar 2,5 persen setiap bulannya melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
“Ini adalah agenda tahunan kami. Kami ingin zakat dari teman-teman pegawai benar-benar menjadi energi yang meringankan beban sesama dan menghadirkan kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini,” ungkap Ramli di sela-sela kegiatan.
Aksi sosial kali ini terbilang komplit. Tak tanggung-tanggung, berbagai bantuan disalurkan untuk menebar senyum, diantaranya Light Up The Dream (LUTD) mewujudkan Mimpi memiliki listrik sendiri akhirnya jadi kenyataan bagi lima pelanggan beruntung.
Selanjutnya, Sebanyak 40 anak yatim dan duafa diajak merasakan sensasi belanja kebutuhan lebaran, Dukungan Al-Qur’an dan Iqra disalurkan ke enam TPA dan satu pondok tahfidz, Santunan khusus untuk marbot masjid dan guru ngaji yang telah mengabdi tanpa lelah, serta PLN tidak tinggal diam melihat musibah kebakaran di Kelurahan Terang-Terang, bantuan pun langsung digelontorkan bagi para korban.
Ratusan paket sembako untuk kaum duafa dan bantuan pangan santri pun melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan serentak yang dilakukan PLN di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) ini.
Kegiatan sore itu ditutup dengan tausiyah yang menyejukkan hati dan momen buka puasa bersama yang akrab antara pegawai PLN dengan para penerima manfaat. Melalui aksi ini, PLN membuktikan bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk menerangi rumah-rumah warga dengan listrik, tetapi juga untuk menerangi hati dengan kepedulian sosial. (**)