Bukan Sekadar Sembako, Cara Nurdin Halid ‘Menjemput’ Harapan Warga di Sinjai

by Ardin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Senin (9/3/2026) siang itu, matahari di Kabupaten Sinjai terasa cukup menyengat. Namun, riuh rendah suara warga di Kelurahan Balangnipa seolah mengalahkan suhu udara yang tinggi. Di sana, di kediaman Rusmiati Rustam, suasana hangat pecah saat sosok yang mereka tunggu, HAM Nurdin Halid, hadir di tengah kerumunan.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti pembagian sembako biasa. Namun, jika ditelisik lebih dalam, langkah kaki Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini adalah sebuah gerilya kultural—sebuah upaya menjemput harapan yang terserak di akar rumput.

Perjalanan Nurdin Halid hari ini bukan sekadar formalitas kunjungan kerja. Ia menyisir tiga lokasi dengan karakteristik sosial yang berbeda, yakni di Balangnipa (Sinjai Utara), TK Dompili (Sinjai Timur) dan Pesantren Puce’ (Sinjai Selatan).

Di setiap lokasi, polanya sama. Nurdin tidak hanya menyerahkan paket bantuan, tapi juga menyediakan telinga untuk mendengar.

“Silaturahmi ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi wujud kepedulian kami. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran negara dan partai dirasakan langsung di dapur-dapur warga,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut dengan nada tenang namun tegas.

Sebagai politisi senior, Nurdin memahami bahwa masyarakat tidak hanya butuh bantuan logistik jangka pendek, tetapi juga kepastian kebijakan jangka panjang. Di hadapan warga, ia menegaskan posisinya sebagai “penyambung lidah” di Senayan.

“Aspirasi masyarakat Sinjai akan saya bawa dan perjuangkan di DPR RI. Kita ingin bantuan ini menjadi pemantik, sementara kebijakan nyata di tingkat nasional adalah solusi permanennya,” tambahnya.

Komitmen ini menjadi krusial mengingat tantangan ekonomi global yang mulai berdampak ke daerah. Melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar, Partai Golkar mencoba mengukuhkan posisinya sebagai partai yang paling dekat dengan denyut nadi rakyat.

Bantuan sembako yang dibagikan mungkin memiliki nilai nominal, namun bagi warga Sinjai, kehadiran sosok wakil rakyat di lokasi-lokasi pelosok seperti Puce’ memberikan nilai psikologis yang lebih besar: rasa dianggap dan didengarkan.

Kehadiran Nurdin Halid di Sinjai hari ini adalah pengingat bahwa di era digital yang serba cepat, sentuhan fisik dan dialog langsung tetap menjadi “mata uang” paling berharga dalam politik kemanusiaan. (**)

You may also like