Setahun Nakhoda “RAMAH”: Merajut Asa, Mewujudkan “Sama-Samaki” di Bumi Panrita Kitta’

by Syamsuddin
0 comments

BERITABERSATU.COM, SINJAI – Udara sejuk di Kabupaten Sinjai pagi itu seolah membawa harmoni baru. Tepat setahun yang lalu, pada 20 Februari 2025, sebuah babak baru dimulai saat Hj. Ratnawati Arif dan A. Mahyanto Mazda resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Mengusung akronim “RAMAH”, duet ini datang tidak hanya dengan janji, tapi dengan sebuah filosofi mendalam: “Sama-Samaki” sebuah ajakan untuk bergerak bersama, membangun daerah dengan hati.
Kini, setelah 365 hari berlari, jejak perubahan mulai nampak nyata di pelosok Bumi Panrita Kitta’.

Jalan Mulus, Pendidikan Terurus

Infrastruktur menjadi urat nadi yang pertama kali disentuh. Melalui program RAMAH Infrastruktur, wajah jalan-jalan mulai bersolek. Dari ruas Laiya-Arabika hingga jalan lingkungan di Tassililu, aspal hitam kini menghubungkan mimpi-mimpi warga desa ke pusat kota. Tak hanya jalan, pembangunan ruang rawat inap rumah sakit dan rehabilitasi puluhan ruang kelas menjadi bukti bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan peningkatan kualitas hidup.

Di sektor pendidikan, senyum lebar terpancar dari wajah ribuan siswa baru. Program RAMAH Pendidikan memberikan lebih dari sekadar bantuan; mereka memberikan martabat. Sebanyak 2.898 paket seragam dan perlengkapan sekolah dibagikan. Tahun ini terasa spesial karena ada tambahan item baru: baju batik sekolah.

“Kami ingin tidak ada anak Sinjai yang minder ke sekolah hanya karena tidak punya seragam. Semua harus punya kesempatan yang sama,” ujar Bupati Ratnawati dalam sebuah kesempatan.

Kesehatan Gratis dan Insentif Spiritual

Salah satu kado terindah setahun kepemimpinan RAMAH adalah kembalinya status prioritas Universal Health Coverage (UHC). Dengan alokasi Rp3 miliar per bulan dari APBD, warga kurang mampu kini bisa bernapas lega. Cukup datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP), jaminan kesehatan gratis di tangan. Tak ada lagi istilah “orang miskin dilarang sakit” di Sinjai.

Sisi spiritual pun tak luput dari perhatian. Lewat RAMAH Keagamaan, pemerintah memberikan penghormatan kepada mereka yang menjaga moral bangsa di akar rumput. Sebanyak 3.257 petugas keagamaan mulai dari guru mengaji, imam masjid, hingga penjaga makam kini menerima insentif rutin sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tulus mereka.

Hilirisasi Pertanian dan Ekonomi Hijau

Di lahan-lahan pertanian, deru mesin traktor menjadi musik harapan. Sepanjang 2025, bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) disalurkan secara masif dalam lima tahap. Puluhan traktor, pompa air, hingga ribuan liter pupuk dan obat-obatan dibagikan untuk memastikan petani Sinjai berdaulat di tanah sendiri.

Bupati Ratnawati juga menunjukkan tajinya dalam mendukung visi nasional Presiden Prabowo Subianto. Inovasi “Bu Tani Sigap Lo” menjadi jawaban cerdas untuk mendukung Program Makanan Bergizi Gratis. Dengan menggandeng BUMDes, produk petani lokal diserap langsung untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Sebuah siklus ekonomi yang saling menguatkan.

 

Sinjai yang Lebih Terang dan Bersih

Malam hari di Sinjai kini tak lagi sunyi dan gelap. Program “Sinjai Terang” menyulap jalan protokol seperti Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. Dr. Hamka menjadi lebih hidup dengan lampu hias yang estetik. Di sisi lain, program “Sinjai Bersih” diperkuat dengan armada sampah baru dan perbaikan drainase untuk memastikan kota tetap elok dan jauh dari banjir.

Bagi mereka yang mendambakan hunian layak, duet RAMAH merealisasikan rehabilitasi 103 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dengan dana stimulan Rp25 juta per unit, perbaikan kini lebih menyeluruh hingga ke area dapur dan sanitasi, bukan sekadar atap dan dinding.

Sebuah Harapan: “Sama-Samaki”

Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Ratnawati Arif menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Baginya, angka-angka statistik dan deretan penghargaan hanyalah bonus. Esensi sebenarnya adalah kebersamaan.

“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja keras kita semua. Tidak ada pemimpin yang hebat tanpa rakyat yang mendukung. Mari kita terus bergandengan tangan. Sama-samaki bangun Sinjai,” tuturnya dengan nada haru, Jumat (20/2/2026).

Satu tahun memang baru permulaan, namun di bawah payung “RAMAH”, Sinjai seolah sedang menuliskan kembali takdirnya: menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan tentu saja, lebih sejahtera bagi seluruh warganya. (Ads)

You may also like